Oleh: Gusti Sudiartama | Februari 12, 2011

PURA ULUN DANU BATUR

Pura Ulun Danu Batur pada mulanya bernama Pura Tampurhyang dan terletak di Desa Sinarata (Desa Batur) pada lereng Gunung Batur bagian barat. Pura Tampurhyang dan Desa Sinarata tertimbun lahar pada waktu Gunung Batur meletus tanggal 3 Agustus 1926, sehingga masyarakat Batur ditempatnya yang baru di Desa Karanganyar (Desa batur sekarang) membangun kembali Pura Batur itu di Desa Batur dengan bantuan dari pemerintah sesuai dengan banyaknya pelinggih-pelinggih yang pernah ada di Pura Tampurhyang lama. Pembangunan Pura ini selesai dan dipelaspas pada hari Redite Pon, Prangbakat tanggal 14 April 1935 meskipun belum keseluruhan pelinggih-pelinggihnya dapat dibangun dan akan dilanjutkan dengan pembangunan secara bertahap.

Dalam pengeling-eling Desa Batur yang merupakan lampiran dari Raja Purana Pura Batur tentang upacara Pemelaspas dan Ngusaba ke Dasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Batur Kintamani dinyatakan sebagai berikut :

“Pengeling-eling, Karya ring Pura Batur, Desa Karanganyar, duk ngawit pemelaspas, ring dina Redite, Wara Prangbakat rauh Malik Sumpah, tang, 11, sasih ke Dasa, Rah 7, Tenggek 5, Icaka 1857, tanggal 14 April 1935, nganggon kebo asiki.

Semalih karya memendak nuntun ring dina Anggarkasih Wara Kadi-arep, tang, ping, angka 13, tanggal 16 April 1935 taler ngangon kebo siki. Semalih karya ngaturang pengenteg linggih ring dina Buda Umanis Wara Kadiarep tang, ping 14, tanggal 17 April 1935 taler ngago kebo. Semalih benjangan ring dina Wraspati Paing Wara Kadiarep, tang 15, Purnama, Sasih ke Dasa, Rah 7, Tenggek 5, Içaka 1857, tanggal 18 April 1935, irika ngaturang Karya Pangusaban nangken atahun, puput mailehan”.

Keseluruhan ini menggambarkan bahwa :

  1. Desa Batur sekarang pada awalnya bernama Desa SInarata terletak di lereng Gunung Batur bagian barat.
  2. Pura Ulun Danu Batur di Desa batur semula bernama Pura Tampuhyang, Tumpur, Ring Hyang atau Tampuhyang, dengan pengemponnya masyarakat Desa Sinarata.
  3. Pura Tampurhyang adalah Stana Batara Dewi Danuh atau Betari Ulun Danu yang merupakan penyungsung jabat Bali sama halnya dengan Pura Besakih.
  4. Pada tahun 1500 Masehi masa Pemerintahan Dalem Batu Renggong Pura Tampurhyang diganti namanya menjadi Pura batur dan Desa Sinatara diganti pula namanya menjadi Desa Batur.
  5. Masyarakat Desa  Batur lama pindah ke Desa Karanganyar yang sekarang dinamakan Desa Batur, akibat bencana letusan Gunung batur yang menghancurkan Desa batur lama dan Pura Tumpurhyang atau Pura Batur pada tahun 1926.
  6. Masyarakat Desa Batur dengan bantuan pemerintah membangun Pura baru yang dinamai Pura Ulun Danu Batur untuk menggantikan Pura Tumpurhyang atau Pura Batur yang lama dan selesai dipelaspas pada bulan April 1935.
  7. Oleh karena Pura Tampurhyang/Pura Ulun Danu Batur yang lama merupakan Stana atau Parhyangan Bhatari Ulun Danu Batur, maka Pura Ulun Danu Batur di Desa Batur yang didirikan untuk menggantikan Pura Tampurhyang adalah Parhyangan Betari Ulun Danu Batur sebagai Kahyangan Jagat Bali.

Dengan ini diperkuat pula dengan informasi yang dikemukakan pada berbagai kepustakaan antara lain :

Dalam Raja Purana Batur 49a.1.sebagai berikut :

“nghing wusampun ginanti paryyangan ira Batara, ring Tampurhyangnguni, mangke hana mungwing Kalanganyar ngaran Batur Kalanganyar, apan nguni purwa telas dening karuganing parangan agni, wetu saking madyaning giri”.

Arti bebasnya :

“Sesudah diganti Parhyangan Tampurhyang maka Pura tersebut sekarang berada di Karanganyar bernama Pura Batur, oleh karena Pura Yang dulu telah hancur semuanya karena lintasan lahar panas dari Gunung Batur.”

Dalam buku “Pura Ulun Danu Batur” oleh Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, pada halaman 28 disebutkan sebagai berikut :

“Pura Ulun Danu Batur terletak di Karangayar Desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Daerah Tingkat II bangle. Jarak dari Kota Denpasar + 65 Km, melalui jalan raya yang menghubungkan Kota Bangli dengan Singaraja atau dapat dicapai melalui jurusan Tampaksiring/Kintamani. Sebelum tahun 1926 Desa Batur beserta Pura Batur berada dibawah pada lereng Gunung Batur dan tahun 1926 dipindahkan ke atas pada tempat yang sekarang karena gempa yang keras.”

Dalam buku Rencana Induk Pembinaan dan Pengembangan Pura Batur oleh Panitia Khusus DPRD Propinsi Daerah Tingkat I Bali tentang Penyusunan Master Plan Pura Batur disebutkan sebagai berikut :

“Meskipun Pura Batur tidak ikut disebutkan dalam lontar itu (lontar Kusuma Dewa) tampaknya Pura Batur tergolong Pura yang mempunyai status yang serupa dengan Pura Besakih. Lontar Usana Bali menguraikan bahwa Gunung Agung sebagai Stana Bhatara Maha Dewa (Pura Besakih) dan Gunung Batur sebagai Stana dari Dewi Danu (Pura batur), adalah sebagai Pura yang menjadi Panguluning Bumi (Kahyangan Jagat)”.

Dalam buku Upadesa tentang Ajaran-ajaran Agama Hindu yang dikeluarkan oleh Parisada Hindu Dharma Pusat dan diterbitkan oleh Proyek Penyuluhan Agama dan penerbitan Buku Agama 1987/1988, pada halaman 50 dan 51 disebutkan sebagai berikut : Yang disebut Pura Kahyangan Jagat ialah Pura-pura Kahyangan Agung terutama yang terdapat di delapan penjuru mata angin dan pusat Pulau Bali yaitu :

  1. Pura Lempuyang, tempat Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Iswara di ujung Timur PUlau Bali.
  2. Pura Andakasa, tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannnya sebagai Brahma terletak di Selatan Pulau Bali.
  3. Pura Batukaru, tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Mahadewa terletak di bagian Barat Pulau Bali.
  4. Pura Batur Ulun Danu, yang mempunyai fungsi sebagai Pura Ulun Danu tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Wisnu terletak di Utara Pulau Bali.
  5. Pura Goa Lawah, tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Maheswara terletak di Tenggara Pulau Bali.
  6. Pura Uluwatu, tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Rudra terletak di Barat Daya Pulau Bali.
  7. Pura Bukit Pengelengan, yang disebut juga Pura di Gunung Mangu tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Sangkara terletak di Barat Laut PUlau Bali.
  8. Pura Besakih, tempat memuja Hyang Widhi dalam perwujudannya sebagai Sambu terletak di Timur Laut Pulau Bali.

Kalau dihitung maka semua Kahyangan Agung Penyungsungan Jagat di Bali ini berjumlah sembilan buah yang terletak di kedelapan penjuru mata angin Pulau Bali, dimana Besakih menjadi tempat dua Kahyangan Agung yaitu tempat Sambu dan juga merupakan tempat Çiwa.

Dari sembilan Pura tadi diambil tiga Pura kahyangan yaitu :

  1. Pura Batur Ulun Danu, sebagai tempat memuja Wisnu
  2. Pura Andakasa, sebagai tempat memuja Brahma dan
  3. Pura Besakih, sebagai pusat Kahyangan Agung tempat memuja Çiwa yaitu yang merupakan pelinggih-pelinggih atau tempat pemujaan Tri Murti.

Sumber: Pura Ulun Danu Batur dan Pura Jati; I Wayan Surpha,SH


Responses

  1. Your means of describing the whole thing in this post is actually pleasant, every one can
    effortlessly be aware of it, Thanks a lot.

  2. Excellent beat ! I would like to apprentice while you amend your website, how can i subscribe for a blog website?
    The account aided me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this
    your broadcast offered bright clear idea


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: