Oleh: Gusti Sudiartama | Mei 16, 2009

Doa dan Mantram Bagi Saudara yang sakit,sekarat, baru meninggal,dan nyekah

DOA BAGI YANG SAKIT, SEKARAT, BARU MENINGGAL, dan NYEKAH

Oleh : Bhagawan Dwija

Om Swastyastu,

1. Doa/Mantra bagi yang sakit

OM VATA A VATU BHESAJAM, SAMBHU MAYOBHU NO HRDE, PRA NA AYUMSI TARISAT

Artinya: Ya Hyang Widhi semoga Hyang Vayu menghembuskan angin sejuk, Vayu yang memberikan kesehatan dan esejahteraan, semoga Ia memberikanu mur panjang (Rgveda X.186.1) 2.

2. Doa/Mantra bagi yang sekarat

OM BHUR BHUVAH SVAH; OM TAT SAVITUR VARENYAM, BHARGO DEVASYA DHIMAHI, DHIYO YO NAH PRACODAYAT, SRIM

Artinya: Oh Ibu Devata, Gayatri-Laksmi, paduka berkenan dengan bhakti hamba, paduka akan memberkahi kesehatan, kedamaian dan keinginan hamba,sembah sujud hamba (Sadhana ayatri,mengucapkan mantra ini dengan meditasi dan dibantu tasbih, diulang-ulang kalau bisa 108 kali)

3. Doa/Mantra bagi yang baru meninggal dunia

OM VAYUR ANILAM AMRTAM, ATHEDAM BHASMANTAM SARIRAM, OM KRATO SMARA KLIBE SMARA KRTAM SMARA

Artinya: Ya Hyang Widhi, penguasa hidup, pada saat kematian ini semoga ia mengingat vijaksara suci OM, semoga ia mengingat Engkau Yang Mahakuasa dan kekal abadi, ingat pula kepada karmanya. Semoga ia mengetahui bahwa atma adalah abadi dan badan ini akhirnya akan hancur menjadi abu (Yayurveda XL 15)

4. Doa/Mantra pada upacara Pitra Yadnya yaitu waktu nyekah

OM DEWA PITARA SARWA PARIWARA GUNA SWAHA, HARSAYAH SAWA PUJANAM PRASIDANTU SUKA KRTAM, OM A-TA-SA-BA-I, OM WA-SI-NA-NA-YA MANG ANG UNG, MOKSHANTU, SWARGANTU,SUNIYANTU, ANG KSAMA SAMPURNA YA NAMAH SWAHA

Artinya:Oh Hyang Widhi, yang menguasai roh leluhur kami, hamba memuja-Mu agar segala sesuatunya berjalan baik, semoga roh leluhur kami mencapai kebebasan,kedamaian, ketenangan, dan kesempurnaan (Lontar Yama Purana Tattwa)

PENJELASAN : Ketika mendengar atau mengunjungi yang sakit, kita

mohon kepada Hyang Widhi agar ia cepat sembuh. Ketika mendengar atau mengunjungi yang sekarat, tetap kita mohon kepada-Nya agar diberikan mukjizat ia sembuh/ hidup. Namun bila ia pada akhirnya meninggal dunia,maka kita pun mohon kepada-Nya agar roh/atmannya pergi dengan tenang menuju kepada Hyang Widhi. Ketika dilaksanakan upacara Pitra Yadnya barulah kita mohon agar rohnya mencapai kebebasan, kedamaian ketenangan, dan kesempurnaan. Kebebasan artinya roh terlepas dari ikatan

Panca Mahabutha (tubuh) melalui prosesi Ngaben, ketenangan artinya roh terlepas dari ikatan Panca Tanmatra (kenikmatan panca indra ketika masih hidup) melalui prosesi Nyekah, dan kesempurnaan artinya atman/roh bersatu dengan Brahman/Hyang Widhi (amoring acintya). Jadi bila belum diupacarai Pitra Yadnya doa/mantra itu kurang tepat diucapkan karena roh/atman masih terikat.

Om Santi, Santi, Santi, Om

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: