Oleh: Gusti Sudiartama | Mei 21, 2009

Pesawat Hercules C-130 TNI AU jatuh,Lagi?

Komandan Pemeliharaan Material TNI Angkatan Udara Marsekal Muda Sunaryo mengatakan, pesawat Hercules C-130 bernomor A-1325, yang jatuh di Magetan, Rabu pagi, baru selesai menjalani peremajaan setahun lalu di Depo Pemeliharaan 10 Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung.

“Setelah setahun menjalani peremajaan mesin, pesawat sudah memakan 800 jam terbang. Jadi, pesawat masih sangat layak untuk diterbangkan,” kata Sunaryo menjawab ANTARA, di Jakarta, Rabu.

Lagi dan lagi, itulah yang ada dalam benak rakyat awam, baru saja dalam hitungan minggu pesawat TNI AU jatuh, ditambah lagi dengan kejadian yang sama, alangkah murahnya harga nyawa manusia, ada yang bilang 96 orang, ada 99 orang, entah berapa korban tewas yang sebenarnya, tapi itu bukan yang prinsip, yang jelas nyawa manusia berapapun itu, tetap kehilangan yang tragis buat negara ini.

Apakah TNI AU khususnya dan Aparatur Negara yang lain sudah benar-benar kehilangan daya dan upaya untuk mencegah hal ini. Kalau benar seperti itu alangkah beratnya situasi pertahanan negara kita. Lembaga yang selama ini dipercaya penuh oleh rakyat untuk mengemban tugas keamanaan negara mengalami kondisi yang sangat lemah, apakah kita sebagai rakyat boleh merasa nyaman, walaupun dengan segala indikator yang disodorkan oleh pemerintah, bahwa kita sebagai sutau negara sudah akan naik kelas.

Sudah saatnya kita sebagai negara mengambil langkah strategis, mungkin sinyalemen yang selama ini beredar bahwa TNI kita sudah menjadi macan ompong karena ALUTSITA yang tidak layak pakai, memang benar adanya. Untuk itu Lembaga lembaga negara harus memberi perhatian yang sangat serius untuk hal ini. Jika anggaran yang menjadi permasalahan mari kita beri kesempatan kepada TNI untuk melakukan peremajaan dengan memberikan anggaran yang sesuai. Karena selama masa reformasi ada kesan, lembaga lembaga negara, bahkan rakyat bangsa ini tidak memberi ruang yang cukup bagi TNI untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai sebuah institusi keamanaan. Banyak hal yang dilakukan TNI dicurigai sebagai upaya untuk kembali mendominansi negara.

Sebagai sebuah negara, kita layak mempunyai pertahanan yang kuat, karena hanya dengan itu, kita akan dapat melakukan pembangunan dengan baik. Bagaimanapun, realitanya  sebuah negara hanya layak dihormati oleh negara lain hanya kalau negara itu punya bargain power yang kuat, kalau tidak , kita hanyalah macan kertas yang tidak ada apa-apanya, yang tidak akan mendapat hormat dari negara lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: