Oleh: Gusti Sudiartama | November 28, 2010

PURA JAGASATRU

Pura  Muncaksari   di Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, tentu sudah banyak yang tahu, akan tetapi Pura Jagasatru  sangat jarang yang kenal padahal lokasinya tidak jauh dari Pura muncak sari.  Untuk  menuju lokasi Pura  Jagasatru  jalan terdekat harus melalui  Pura Muncaksari,   kira-kira 800 meter tepatnya  arah Timur laut dari Pura Muncaksari. Jalanan yang dilalui masih jalan setapak berliku, ditengah hutan  kalo  musim hujan  agak licin dan becek.

Nama Jagasatru   asalnya adalah Nagasatru  yang  merupakan “Pesengan” dari sesuhunan yang dipuja di Pura tersebut. Pura ini pertama kali ditemukan oleh  warga desa Wongaya gede  yang berniat membuka lahan di hutan di sekitar lokasi Pura Jagasatru sekarang. Satu keanehan yang dialami oleh keempat warga, ketika menebang sebatang pohon , saat itu konon pohon yang dimaksud sudah terpotong seluruhnya namun tidak mau tumbang , sampai beberapa hari. Mengalami keanehan tersebut keempat warga kemudian mengambil inisiatif untuk ”nunas bawos” kenapa hal itu bisa terjadi. Pada saat nunas baos tersebut, “dasaran” tersebut  dalam keadaan “kelinggihan” kemudian berlari sambil “nyunggi” daksina menuju kelokasi penebangan pohon yang ternyata didekatnya terdapat sebuah baturan . Di lokasi baturan tersebut  disebut merupakan tempat yang disucikan  dan Ida Sesuhunan yang  melinggih di tempat itu mepesengan Ida Bhatara Nagasatru .Konon  Pura Jagasatru ini adalah tempat untuk memohon kerahayuan jagat, karena yang bersemayam disana adalah Beliau yang bertugas  sebagai “tabeng wijang” atau Pecalang jagad.

Lokasi Pura Jagasatru ini ada di sebuah tebing batu yang cukup terjal, saat ini dilokasi pura telah berhasil dibangun tiga buah bangunan pesandekan, namun  jalan setapak  tepat di sebelah selatan pura  beberapa waktu yang lalu sempat longsor, sehingga pengempon berinisiatif membangun jembatan kayu tepat di bawah natar pura. Di Lokasi ini terdapat Pelinggih Agung, Pelinggih suku empat, Pelinggih pesimpangan Suralaya, Pelinggih pesimpangan watukaru, Pelinggih Pesimpangan Muncaksari, Pesimpangan jatiluwih, Pura Beji, dan Pelinggih Raja Peni/Bale Kukul.

Bersembahyang di Pura ini memang menumbuhkan suasana magis yang luar biasa, lokasi Pura di tebing, gemericik suara air yang muncul dari tebing batu, dan hutan  disebelah barat yang asri menambah suasana religius, sehingga umat yang berniat sembahyang akan tergoda untuk memejamkan mata, merasakan suasana batin aura magis Pura Jagasatru.  Tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat memohon kesucian batin. Sebelum  menuju lokasi pura sebaiknya sembahyang dulu di Pura Muncaksari mohon ijin, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan setapak ditengah  hutan yang asri sungguh suatu pengalaman batin yang sulit untuk dilukiskan.

Pemedek yang berniat tangkil dapat menghubungi Jero Mangku melalui no Hp.085237297023


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: