Oleh: Gusti Sudiartama | Januari 18, 2011

Ganapati Tatwa sebuah bahasan Jnana

Ganapati Tattwa adalah salah satu Lontar Tattwa, Lontar Filsafat Siwa, yang digubah dengan mempergunakan methode tanya jawab. Ganapati, putera Siwa, adalah dewa penanya yang cerdas. Dan Siwa adalah Maheswara, yang menjabarkan ajaran rahasia Jnana, menjelaskan tentang misteri alam semesta beserta isinya. Terutama tentang hakikat manusia : dari mana ia dilahirkan, untuk apa ia lahir, kemana ia akan kembali dan bagaimana caranya agar bisa mencapai kelepasan.

Tanya jawab yang ditulis di dalam 37 lembar daun Tal ini disusun dalam 60 bait anustubh Sansekerta yang disertakan dengan ulasan dalam bahasa Kawi. Penjelasan masing-masing sloka sansekerta itu, ada yang cukup singkat ada pula yang panjang, terutama pada sloka permulaan. Isi ringkasnya sebagai berikut :

Omkara adalah sabda sunya, nada Brahman, asal mula dari mana Panca Daiwatma : Brahma, Wisnu, Iswara, Rudra dan Sang Hyang Sadasiwa dilahirkan. Dan Panca daiwatma adalah sumber dari mana Panca Tanmantra diciptakan. Panca Tanmantra : ganda, unsur bentuk; rasa, unsur rasa/kenikmatan; sabda, unsur suara adalah sumber dari Panca Mahabhuta : akasa, bayu, angin, teja, sinar; apah, zat cair; dan perthiwi, zat padat. Dari Panca Mahabhuta inilah alam semesta beserta isinya diciptakan, dan Sang Hyang Siwatma menjadi sumber hidup yang menggerakkan segala ciptaan-Nya sloka 1-2,25-39).

Sadanggayoga : Pratyaharayoga, Dyahayoga, Pranayamayoga, Dharanayoga, tarkkayoga dan Semadhiyoga adalah jalan spiritual untuk mencapai kelepasan, dijelaskan dlam sloka 3 – 9.

Sloka 10, 18, 19, 22-24 menjelaskan tentang Padma Hati sebagai Siwalingga dimana Beliau harus direnungkan. Hanya ia yang bijaksana, berhati suci dan penuh keyakinan yang dapat mengetahui Beliau. Sang Hyang Caturdasaksara. Sedangkan sloka 11-17 menjelaskan tentang berbagai jenis lingga.

Sloka 20 menerangkan anggapan orang yang bodoh dan sombong tentang atma.

Sloka 21 menjelaskan stana Bhatara Wisnu, Brahma dan Siwa pada badan jasmani.

Sloka 40-42 menjelaskan bahwa Sang Hyang Bheda Jnana adalah ajaran rahasia tentang manusia, yang berhak menerima ajaran rahasia ini adalah ia yang sungguh-sungguh melaksanakan dharma.

Sloka 43-45 menjelaskan tentang kelepasan. Ada tiga prilaku orang yang mengutamakan kebebasan dan pengetahuan yang suci adalah sarana untuk mencapai penyatuan diri dengan Sang Roh Yang Agung.

Sloka 56-59 menjelaskan tentang panglukatan Ganapati. Sarana upakara yang diperlukan, mantra yang mesti dipergunakan dan kegunaan panglukatan tersebut.

Dan sloka 60 adalah mantra pujaan yang ditujukan kepada Sang Hyang Ganapati dan Saraswati.

sumber: Buku  Ganapati Tatwa diterbitkan Upada sastra


Responses

  1. […] https://wahana08.wordpress.com/2011/01/18/ganapati-tatwa-sebuah-bahasan-jnana/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: