Oleh: Gusti Sudiartama | Februari 13, 2011

Jaimini

Pada suatu masa, Sri Vedavyasa sedang mengajarkan vedanta pada siswa-siswa beliau. Dalam proses pembelajaran itu, beliau memaparkan bagaimana seorang Brahmacarin muda hendaknya berhati-hati dan tidak bergabung dengan para wanita karena bagaimanapun kokoh dan taatnya, ia bisa jatuh menjadi korban nafsunya yang sangat kuat.  Jaimini salah satu siswa beliau (yang kelak menjadi pengarang Purva-Mimasa), karena merasa telah menguasai nafsu indrianya  menjadi sedikit tidak sabar dan berkata lantang pada gurunya. ” Guruji maharaj! pernyataan anda tidak benar , tidak ada wanita yang bisa menggoda saya, saya sudah berdiri kokoh dalam pelaksanaan Brahmacarya ” . Vyasa  menjawab dengan sabar ” jaimini kau akan segera mengetahuinya, jangan terlalu bangga dengan  kemampuanmu” .

Sri Vyasa menyatakan akan pergi beberapa waktu meninggalkan pasramannya.. beliau menyatakan akan pergi selama tiga bulan, tidak lupa beliau berpesan pada murid beliau , Jaimini  untuk tetap menjalankan brahmacarya dan selalu berhati hati.

Beberapa hari kemudian,  seorang wanita muda yang cantik  jelita dengan wajah yang sangat menarik, mengenakan busana sutra yang halus, hadir disekitar pasraman Sri Vyasa, entah apa yang dia cari.  Wanita itu  berdiri di bawah sebatang pohon pada saat senja menjelang, berlatarkan  sinar mentari sore membuat wanita tampak sangat mempesona.  Awan mulai berkumpul, dan jatuhlah hujan  deras . Jaimini yang biasa lewat ditempat itu tidak tergoda sedikitpun oleh kecantikan wanita ini, bahkan oleh lekuk tubuhnya yang terbalut kain sutra, bahkan dia sangat kasihan. “Hai wanita muda  anda bisa berteduh di asramaku, aku akan memberikan tempat berlindung untukmu” . Dijawab oleh wanita itu ” apakah anda tinggal sendiri? adakah wanita lain yang tinggal disana?” . “Aku tinggal sendiri, aku seorang brahmacarya yang sempurna tidak ada nafsu lagi yangbisa mempengaruhiku, aku telah terbebas dari segala jenis vikara” jawabnya bangga. “Anda akan aman tinggal denganku”.   Namun wanita ini keberatan ” tidak baik seorang wanita tinggal dengan seorang brahmacarin pada malam hari”. Jaimini menjawab “wahai wanita  muda aku berjanji  padamu atas kesempurnaan brahmacaryaku”  tanpa sedikitpun terpengaruh akan kecantikan wanita itu, dia tetap teguh dalam prinsipnya.  Singkat cerita akhirnya wanita itu mau berteduh di tempatnya Jaimini.

Pada malam buta jaimini mulai merasakan pengaruh hasrat seksualnya bermain dalam pikirannya . Pertama-tama ia merasakan kedinginan luar biasa karena tidur di luar diterpa udara terbuka, dalam pikirannya ” kenapa aku kedinginan ditempat ini padahal di dalam ruangan cukup luas dan hangat, biarlah wanita itu tidur di dipan dan aku tidur di bawah, jauh lebih hangat”.

Kemudian dia mengetuk pintu kamar.. dan berkata wahai wanita biarkan aku tidur didalam udara disini sangat dingin, aku tak tahan. Wanita itu kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan Jaimini masuk. Ketika Jaimini mendengar suara gelang kaki wanita itu dan merasakan aroma wangi yang dihadirkan tubuh wanita itu,  pikirannya mulai menerawang… perlahan dia membayangkan sosok wanita itu dalam pakaian sutra di tengah hujan. Apa yang tadi  tidak dia perhatikan mulai merasuki pikirannya…  mulailah ia membayangkan betapa cantiknya wanita ini… pikirannya membawanya ke sensasi-sensasi birahi… lupalah dia akan ajaran gurunya .. lupalah dia akan prinsip yang dia yakini.. lupalah ia akan kekuatan brahmacarya yang ia sampaikan dihadapan gurunya…  tanpa dia sadari dia telah memeluk wanita muda itu.

Saat itulah wanita muda yang cantik itu berubah menjadi sosok laki laki dengan janggut panjang. Ya beliau adalah gurunya sendiri, ” Jaimini apa yang terjadi dengan kekuatan brahmacaryamu ? apa yang telah kau katakan ketika aku memberikan pelajaran brahmacarya?  Jaimini tersadar, ” Guruji hamba salah, mogon guru berkenan memaafkan saya”, katanya sambil tertunduk malu…  sirnalah kebanggaan dan kesombongannya …

sumber:Pikiran, Misteri dan penaklukannya; Sri Svami Sivananda;

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: