Oleh: Gusti Sudiartama | Februari 16, 2011

PUISI PIKIRAN (II)

RAHASIA-MU

Wahai pikiran! Wahai sinar Atman!
Sekarang aku telah mengetahui rahasiamu.
Kau pada kebenarannya tidak memiliki inti yang nyata
Kau seperti fatamorgana
Mendapatkan kekuatanmu dari
Brahman, yang melatari segalanya
Kau adalah Jada,
Akan tetapi nampak seperti berkecerdasan
Kau bersembunyi seperti seorang pencuri
Jika sifat nyatamu ditemukan,
Maka kau mulai senang dan berkenan
Dan jika kau ditentang;
Maka kau akan mendesah dan mengangkat cangkang bisamu
Jika kau diperangi secara berhadap-hadapan
Maka dengan mudah kau akan takluk
Dengan serangan Pratipaksha-Bhavana
Engkau menyembunyikan berbagai samskara
Di dalam alam bawah sadar;
Ini adalah kekuatanmu
Ini adalah benteng terkuatmu
Kau seringkali keluar dan memunculkan diri
Lalu menyerang Jiva secara bertubi-tubi
Sejenak kemudian bersembunyi lagi
Di alam bawah sadar.
Kau senang bermain-main dengan berbagai Guna
Kau memiliki tiga warna-
Putih, merah dan hitam
Jika engkau Satvik
Maka warnamu adalah putih;
Jika kau Rajasik;
Maka kau akan berwarna merah;
Jika kau tamasik
Maka warnamu menjadi hitam

Berbagai Vasana dan Sankalpa
Adalah bafas vital-mu
Engkau ada
Hanya karena keberadaan dua hal ini
Dan engkau akan menjadi tanpa inti, tanpa keberadaan
Jika dua hal ini dihancurkan
Sekarang aku akan menaklukkanmu
Dan mencapai kebahagiaan yang kekal

KESALAHAN-MU
Wahai pikiran! Keagunganmu sungguh tidak terlukiskan
Sifat sejatimu adalah kebahagiaan murni
Engkau lahir dari Sattva sejati
Engkau murni seperti kristal dan salju
Kekuatanmu tidak terkalahkan
Engkau bisa melakukan segalanya
Engkau juga bisa melakukan atau menunda sesuatu

Namun sekarang kau menodai diri
Dengan berteman dengan Rajas dan Tamas
Dalam pertemananmu dengan berbagai indera dan objek
Persahabatan yang buruk telah menodaimu
Berbagai vritti yang jahat telah menurunkan derajatmu

Sekali engkau digoda oleh nafsu;
Maka selanjutnya engkau menjadi budak
Sebelumnya engkau dalam keadaan sangat tenang, diam dan sunyi
Berbagai keinginan telah membuatmu menjadi gelisah
Dulunya engkau begitu dekat dengan Tuhan yang tertinggi;
Kini keduniawian telah membutakan hatimu
Dan menjauhkanmu dari Tuhan

Maka sekarang bergabunglah hanya dengan para bijak, suci,
Pertapa
Jauhkan diri dari Rajasika, Tamasika dan indera-indera
Bebaskan dirimu dari noda keinginan
Engkau bisa mendapatkan kedudukan semulamu.
Kau bisa kembali ke tanah kelahiranmu yang sedemikian indah

KELEMAHAN-MU

Wahai pikiran! Engkau adalah yang terbodoh di seluruh semesta ini!
Kau dungu, bodoh dan eras kepala;
Kau tidak pernah mau mendengar ajaran para bijak
Kau selalu bersikeras dengan jalan bodoh-mu
Kau tidak ingin bergabung dengan para bijak untuk ber-Shatsanga
Dengan mereka
Kau mulai tidak menyukai, membenci, mengejek para mahatma
Kini kau telah terseret dalam arus masyarakat
Kau sepertinya ingin menikmati kemurnian dalam Lumpur,
Kebahagiaan dlam derita

Engkau tidak pernah berusaha untuk menemukan kesalahanmu
Namun kau malah membesar-besarkan kesalahan orang lain
Dan kau bahkan menyelipkan kata ‘Dosa’ pada kesalahan mereka
Kau tidak pernah senang mendengar kebahagiaan orang lain
Kau hanya ingin mengagungkan dirimu sendiri
Kau dnegan segala kepintaran menyembunyikan kesalahanmu
Engkau tidak pernah memikirkan keagungan Kaki Padma Tuhan
Dan malahan memikirkan sampah-sampah yang tidak berguna
Kau tahu bahwa kau sendiri bisa mendapatkan kebahagiaan yang
Tertinggi
Melalui meditasi pada Brahman yang tertinggi
Akan tetapi kau malah berpetualang kesana kemari
Seperti seekor anjing jalanan
Aku sudah memperingatkanmu, menghukummu
Aku bahkan menekanmu
Aku bersikeras memperingatkanmuNamun kau tetap bersikeras dengan ketidaktahuanmu

KEKUATAN-MU

Wahai pikiran! Engkau tidak selemah yang kau kira
Kau tidak lemah
Kau bukanlah seorang pengemis
Kau bukanlah budak dari berbagai objek
Kau bukan seorang pelayan
Kau tidak miskin

Kau maha kuat
Kau adalah Cahaya Matahari dan semua matahari
Kau adalah Raja dari segala raja
Seluruh kekayaan Tuhan adalah milikmu

Kau adalah putra Nektar
Kau adalah putra kekekalan
Kau adalah putra keabadian, Amrita

Kau adalah kemurnian itu sendiri
Kau adalah kekuatan itu sendiri
Kau adalah sumber kenikmatan

Kau adalah samudra kebahagiaan
Kau adalah kolam keabadiankau adalah sungai kebajikan
Kau adalah kahyangan kedamaian
Kau adalah Harmoni yang manis
Kegelisahan bukanlah sifat sejatimu

Kau miliki pandangan tembus
Astha Siddhi adalah milikmu
Nava Riddhi juga adalah milikmu
Kemampuan memutuskan sesuatu,
Diskriminasi, Vichara,
Refleksi, meditasi,
Membaca pikian, telephati
Trikala Jnana
Semua itu adalah milikmu, hanya milikmu

Brahmakara Vritti
Muncul hanya dari dirimu saja
Pintu inspirasi hanya ada dalam dirimu
Kunci pengetahuan ada dalam dirimu.
Kaulah penguasa dari segala penguasa

JALAN MENUJU KEBAHAGIAAN

Wahai pikiran!
Sekarang aku akan menunjukkan jalannya kepadamu
Untuk mencapai kebahagiaan yang kekal
Maka berjalanlah di jalan ini dengan tegar
Dan melesatlah secara langsung menuju kahyangan sejatimu

Jangan berpikir tentang objek apapun lagi
Jangan berteman lagi dengan indera-indera
Bebaskan dirimu dari Rajas dan Tamas
Bunuh berbagai Vasana dan keinginan
Tinggalkanlah ‘Kemilikan’ dan “Keakuan’
Lakukanlah senantiasa perbuatan yang murni
Perbuatanmu hendaknya mulia
Dan Nishta-mu hendaknya kokoh

Tegarlah dalam keputusanmu
Kembangkanlah benih-benih kebajikan
Tbertahanlah dalam latihan sadhana harianmu
Buat juga buku diary tentang kemajuan spiritualmu
Ikutilah “Dua puluh petunjuk”
Tulis mantra selama dua jam setiap hari
Bersikaplah Jujur dan tanpa kekerasan
Lakukan Japa sebanyak dua ratus kali putaran setiap harinya
Lakukan Kirtan setiap hari selama satu jam
Pelajari Gita dan Yoga Vasistha
Berpuasalah pada Ekadasi
Ambillah makanan yang ringan-ringan saja
Bersikaplah sederhana dalam segala hal.

Milikilah Kesadaran Saguna pada awalnya
Karena ini akan memungkinkanmu
Untuk melengkapi diri dengan “Empat Alat”
Dan untuk mencapai Kesadaran Nirguna.
Maka dengan demikian Bhakti akan menuntunmu pada Jnana

KEAGUNGAN KEHIDUPAN SPIRITUAL

Wahai pikiran! Dengarkanlah
Keagungan Kehidupan spiritual
Kau akan sangat menyenanginya;
Kau akan bersenang-senang dan menari bahagia;
Keagungan Kehidupan Spiritual
Adalah Keagungan Sang Bapa
Yang adalah Penciptamu, majikanmu,
Sumber dan penyangga kehidupanmu’
Anda akan merasakan kedamaian selalu,
Anda akan senantiasa penuh kedamaian
Anda akan menyatu dengan Tuhan
Tidak ada kepedulian, kekhawatiran dan kecemasan
Yang bisa menyentuhmu
Kau tidak akan tersentuh
Oleh rasa lapar dan haus

Engkau akan bebas dari rasa takut,
Lelah dan penyakit
Tidak akan ada musuh yang menyerangmu
Bom atom tidak akan bisa menyentuhmu
Panas tidak akan menyengat
Dingin tidak akan membuatmu menggigil
Kau akan tertidur dengan nyaman
Kau akan menikmati tidur tanpa mimpi
Kau akan menikmati keadaan Samadhi
Tidak ada serangga, kalajengking, ular
Disana juga tidak ada nyamuk
Kau akan meminum nectar
Kekekalan

Tidak ada banjir, tidak ada gempa,
Tidak ada wabah penyakit disana
Disana tidak ada pencarian nafkah
Disana tidak ada kesalahan
Disana tidak ada kekacauan atau penghancuran

Disana mengalir sungai madu
Engkau akan menikmati jus surgawi
Dan semua Aisvarya Ilahi
Engkau akan merasakan kesatuan
Dengan Tuhan yang tertinggi
Kau tidak akan pernah terlahir kembali
Dalam alam kasar ini’
Kau akan menjadi sang kekal

Sumber: Pikiran Misteri dan penaklukannya; Sri Svami Sivananda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: