Oleh: Gusti Sudiartama | Februari 16, 2011

PUISI PIKIRAN (I)

KISAH HIDUPMU

Wahai Pikiran, wahai putra Sang Maya!
Engkau selau menginginkan sebuah wujud
Untuk dijadikan sandaran;
Suddha Manas, pikiran murni,
Asuddha Manas, pikiran tidak murni.
Waktu, Ruang dan Kausal
Adalah tiga kategori anda.
Anda bekerja melalui
Hukum asosiasi
Anda berpikir, merasakan dan mengetahui.

Engkau adalah Atma-Sakti.
Engkau adalah Manomaya Kosha.
Engkau adalah seperti sebuah cermin
Brahman terefleksi pada dirimu.
Anda bisa diumpamakan seperti sebuah pohon
Ego adalah benih pohon ini,
Berbagai Sankalpa adalah cabang-cabangnya
Buddhi adalah tunas yang pertama.

Engkau juga memiliki tiga wujud yang lain
Pikiran sadar
Pikiran bawah sadar
Dan pikiran Super sadar
Engkau terbuat dari
Bentuk terhalus dari makanan.
Engkau adalah kumpulan dari berbagai kebiasaan,
Berbagai Samkara dan vasana
Anda terdiri dari empat lapisan,
Manas melakukan Sankalpa-Vikalpa,
Buddhi memutuskan
Chitta melancarkan kehendak,
Ahamkara melekatkan Diri.

Chitta berada di bawah pikiran,
Buddhi berada dibawah Ahamkara
Semua itu hanyalah Vritti-Bheda

KELAHIRAN PIKIRAN

Ayahmu, Brahman yang tertinggi,
Merasa kesepian, suatu kali
Beliau sendirian
Satu tiada duanya
Beliau ingin memperbanyak diri;
Beliau kemudian berpikir,
“Semoga aku menjadi banyak.”
Maka terjadi sebuah getaran atau Spandan
Dalam Ibu-mu, Sang Maya,
Yang tidak terbedakan,
Yang tidak termanifestasikan;
Keseimbangan alami terganggu.
Saat itulah engkau terlahir.
Tubuh anda terbuat dari Sattva murni;
Anda kemudian dinamakan ‘manas’.
Sang Khalik menyuruh anda untuk melakukan empat fungsi;
Maka anda membagi fungsi anda menjadi empat bagian
Manas, Chitta, Buddhi, Ahamkara.
Anda mulai memisahkan diri dari Sang Khalik
Melalui pengagungan diri dengan ‘Aku’
Anda larut dalam berbagai objek sensual
Dengan ditemani berbagai indera

Engkau lupa dengan asal ilahi-mu
Engkau mulai terikat pada anak, istri
Properti, nama, gelar dan kehormatan;
Engkau mulia menjadi duniawi
Anda mengidentifikasikan diri dengan tubuh,
Anak-anak, istri, rumah dan harta;
Melalui Avidya atau ketidaktahuan
Ini adalah sebab dari kejatuhan-mu
Dan juga segala kesedihan dan penderitaan selama ini.
Demikianlah kisah hidupmu secara singkat.
Maka lepaskan segala kemelekatan
Dan juga identifikasi dengan badan.
Hancurkan ketidaktahuan
Dengan mendapatkan Brahman Jnana;
Engkau bisa bersatu dengan Brahman
Dan mendapatkan kembali  tahta Ilahi itu.

KAHYANGAN-MU

Wahai pikiran yang mengembara!
Engkau memiliki tiga kahyangan.
Di dalamn keadaan terjaga;
Maka kedudukan-mu adalah di mata kanan
Dan otak
Pada keadaan bermimpi
Engkau beristirahat di dalam Hita Nadi di kerongkongan,
Dalam keadaan tidur dalam tanpa mimpi
Engkau berkedudukan di Puritat Nadi
Di dalam Hati
Menurut para Hatha Yogi,
Ajna chakra adalah singgasanamu
Engkau bisa dengan mudah dikendalikan
Jika seseorang berkonsentrasi pada Ajna.
Sekarang para pencari telah mengetahui
Kedudukan-mu;
Maka mereka akan pasti menemukanmu
Dan mengeluarkanmu dengan paksa sekalipun.
Maka kosongkanlah rumah tinggal ini
Dan kembalilah ke rumah aslimu
Rumah ilahi “Omkar Bhavan”Brahmapuri yang tanpa batas

SIFAT SEJATI-MU

Engkau diibaratkan seperti air raksa;
Karena cahaya anda telah tersebar
Engkau juga diibaratkan seperti seekor kijang.
Karena engkau tidak tetap hati.

Engkau juga diibaratkan seperti seekor monyet
Karena anda senantiasa melompat kesana kemari
Dari satu objek ke objek lain
Engkau diibaratkan seperti seekor burung
Karena terbang kesana kemari

Engkau diibaratkan seperti hantu
Karena engkau bersifat dan berbuat seperti hantu
Anda juga bisa diibaratkan seperti angina
Karena tidak tetap pergerakannya
Seperti angin

Engkau juga diibaratkan seperti sebuah mesin,
Karena anda bekerja
Jika makanan yang berupa minyak telah disediakan

Engkau diibaratkan seperti seorang anak kecil
Karena engkau memerlukan sandaran
Engkau diibaratkan seperti kendali
Dalam kathopanishad;
Ia yang memegang tali kendali dengan kokoh

Akan mencapai  kahyangan kebahagiaan tertinggi
Engkau dibandingkan dnegan seekor anjing
Yang berjalan kesana kemari di jalanan
Engkau juga diibaratkan seperti bunga,
Karena seorang  penyembah mempersembahkan kepada Tuhan;
Ini adalah satu-satunya komplimen yang baik untuk anda.

TEMAN-TEMAN INTIM-MU

Wahai pikiran, Wahai musuh kedamaian!
Teman-temanmu banyak jumlahnya
Mereka membantumu
Dengan berbagai cara
Maka engkau menjadi semakin kuat.
Ahamkara adalah teman terbaikmu;
Ia juga sangat sakti;
Ia adalah jenderal dari semua sahabatmu
Nafsu adalah teman intim-mu
Ia adalah tangan kananmu
Ia selalu bersamamu
Ia adalah sahabat yang terdekatmu dan selalu bersamamu
Engkau sendiri juga melekat kepadanya
Kemarahan juga adalah teman akrabmu;
Ia adalah panglima perangmu
Ia tangan kirimu
Ia sangat membantumu dalam banyak hal
Raga-Dvesha adalah kawan dekatmu juga
Mereka sangat terkasih untukmu
Mereka memberikan bantuan yang besar
Keserakahan adalah teman terbaik-mu
Ia senantiasa mengikutimu
Seperti bayangmu saja layaknya
Ia adalah pelayan yang kuat
Rasa bangga memberikanmu makanan
Kemunafikan mengaturmu;
Moha memberikan nasehat palsunya
Keirihatian memberikan inspirasi
Kepintaran, kelicikan menghidupkan suasana
Ini adalah menteri proganda-mu
Sifat tidak lurus memberikan energi kepadamu
Kesombongan menggemukkan-mu
Tipu muslihat memberikan kesegaran dan udara baru

MUSUH-MUSUHMU

Wahai pikiran! Wahai musuh kedamaian!
Sekarang perlihatkan kekuatanmu
Engkau tidak akan bisa berdiri sekarang
Menyerahlah
Atau engaku harus tertaklukkan
Karena engaku akan ketakutan mendengar kata
‘Vairagya’, ‘Tyaga’, Sanyasa’
‘Satsanga’, ‘Sadhana’, ;Yoga’
Vairagya adalah musuh bebuyutanmu
Ia ibarat sebuah kapak yang siap memotongmu
Penyepian hati adalah pedangmu
Yang akan memotong kerongkonganmu
Sanyasa adalah bom atom
Yang akan menghanguskan seluruh bagianmu
Meditasi adalah panggangan yang hendak membakarmu
Samadhi adalah yang mengeringkanmu
Maka secepatnya ambillah kendaraanmu, wahai pikiran;
Berlarilah sesegera mungkin
Menjauhlah dari semua ini
Jangan tunda lagi; hentikan keonaranmu
Sekarang kau akan dihancurkan
Gigi-gigimu akan dirontokkan
Kau akan digilas
Lihatlah, Japa dan Kirtan juga bergabung
Pranayama juga telah menyusun kekuatan
Vichara sudah mengesahkan panah
Viveka sudah menjadi perisai
Sekarang tidak akan ada lagi harapan untuk keselamatanmu
Kembalilah ke rumah ilahimu
Dan beristirahatlah dengan tenang

TIPU MUSLIHAT-MU

Wahai pikiran! Wahai petualang!
Dalam sansara yang menakutkan ini
Aku telah menemukan tipu dayamu;
Sekarang kau tidak bisa menipulu lagi.
Engkau telah menyiasati orang awam
Melalui imajinasimu
Kau menghasilkan kecanduan
Dan juga gejolak pikiran
Engkau juga menciptakan sebuah tabir
Pada kebenarannya tidak ada inti dalam semua objek;
Namun kau membuat orang-orang
Meyakini bahwa ada kesenangan yang besar di dalam
Berbagai objek sensual
Kau menyebabkan orang menjadi lupa pada segalanya
Engkau membuat kesesatan pada mereka
Dalam hal ini kau menyesati intelek mereka
Kau mengombang-ambingkan, menggoda dan menarik hati mereka
Kau menghadirkan rasa bosan pada hal yang monoton
Kau selalu menginginkan  variasi
Kau menggairahkan emosi
Kau huga bermian di dalam insting
Menghancurkan akal sehat
Kemelekatan, ketertarikan
Pujian, rasa hormat, nama dan kemashyuran
Adalah bagian, bagian yang anda gunakan untuk menggoda

Wahai pikiran! Aku tidak bisa hidup denganmu;
Aku tidak bisa mentoleransi semua perlakuanmu
Kau adalah seorang pengkhianat, culas
Kau tidak bisa dipercaya dalam semua hal
Sekarang kau tidak bisa mempermainkanku lagi
Aku adalah seorang Viveki
Aku akan beristirahat dalam Brahman
Aku akan senantiasa bahagia

Sumber: Pikiran Misteri dan penaklukannya; Sri Svami Sivananda

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: