Oleh: Gusti Sudiartama | Juli 31, 2011

KEBENARAN ADALAH WILAYAH TANPA JALAN

Pembubaran Tarekat Bintang di Ommen (Belanda), 3 Agustus 1929

Oleh J. Krishnamurti

Pagi ini kita akan membahas tentang pembubaran Tarekat Bintang.

Banyak orang akan bersukacita, dan yang lain akan bersedih hati. Tapi ini

bukan masalah bersukacita atau bersedih hati, oleh karena ini tidak bisa

dihindarkan lagi, seperti akan saya jelaskan.

Anda mungkin ingat akan cerita bagaimana Setan bersama seorang

sahabatnya berjalan di jalanan, ketika mereka melihat di depan mereka

seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari tanah,

mengamatinya, lalu memasukkannya ke dalam sakunya. Sahabat itu

bertanya kepada Setan, “Apa yang dipungut orang itu?” “Ia memungut

sekeping kebenaran,” kata Setan. “Wah, tentu Anda rugi,” kata sahabat

itu. “Ah, sama sekali tidak,” kata Setan, “saya akan membantunya

mengorganisirnya.”

Saya nyatakan bahwa kebenaran adalah wilayah tanpa jalan, dan

Anda tidak dapat mendekatinya melalui jalan apa pun, melalui agama apa

pun, melalui sekte apa pun. Itulah sudut pandang saya, dan saya

menganutnya secara mutlak dan tanpa syarat. Kebenaran yang tak

terbatas, tanpa syarat, tak mungkin didekati melalui jalan apa pun, tak

dapat diorganisir; tidak seharusnya dibentuk suatu organisasi untuk

membimbing atau memaksa orang berjalan menurut suatu jalan tertentu.

Bila Anda mulai memahami ini, Anda akan melihat betapa tidak

mungkinnya mengorganisir suatu kepercayaan. Kepercayaan adalah

masalah pribadi sepenuhnya, dan Anda tidak dapat dan tidak seharusnya

mengorganisirnya. Jika Anda lakukan itu, maka kepercayaan itu akan

mati, mengkristal; ia menjadi rumusan kepercayaan (creed), sekte, agama,

untuk dipaksakan kepada orang lain. Itulah yang dicoba dilakukan oleh

setiap orang di seluruh dunia. Kebenaran disempitkan dan dijadikan

permainan oleh mereka yang lemah, oleh mereka yang hanya sementara

waktu merasa tidak puas. Kebenaran tidak dapat ditarik turun;

sebaliknya, setiap orang harus berupaya naik mendapatkannya. Anda

tidak dapat membawa puncak gunung turun ke lembah. Bila Anda ingin

sampai ke puncak gunung, Anda harus melewati lembah, mendaki lereng

gunung, tanpa takut akan jurang-jurang menganga yang berbahaya. Anda

harus mendaki menuju kebenaran; kebenaran tidak dapat “ditarik

turun” atau diorganisir untuk Anda.

Organisasi terutama memupuk minat pada ide, tetapi organisasi hanya

membangunkan minat dari luar. Minat yang tidak lahir dari cinta

terhadap kebenaran, melainkan dirangsang oleh organisasi, tidak ada

artinya. Organisasi menjadi kerangka yang ke dalamnya para anggota

dapat menyesuaikan diri. Mereka tidak lagi berjuang untuk mendapatkan

kebenaran atau sampai ke puncak gunung, melainkan mengukir tempat

yang nyaman yang ke dalamnya mereka masuk, atau membiarkan

organisasi menempatkan mereka, dan menganggap organisasi itu akan

membawa mereka kepada kebenaran.

Jadi inilah alasan pertama, menurut sudut pandang saya, mengapa

Tarekat Bintang ini harus dibubarkan. Sekalipun demikian, Anda mungkin

akan membentuk tarekat-tarekat baru, Anda mungkin akan masuk

organisasi-organisasi lain mencari Kebenaran. Saya tidak mau menjadi

anggota organisasi spiritual apa pun; harap ini dipahami. Saya akan

menggunakan organisasi yang akan membawa saya ke London, misalnya,

tetapi itu jenis organisasi lain, sekadar mekanis, seperti pos dan telegrap.

Saya akan menggunakan mobil atau kapal api untuk bepergian, ini hanya

mekanisme fisik yang tidak mempunyai kaitan apa-apa dengan

spiritualitas. Sekali lagi, saya nyatakan bahwa tidak ada suatu

organisasi apa pun dapat membawa manusia kepada spiritualitas.

Jika suatu organisasi diciptakan untuk keperluan itu, ia akan menjadi

tongkat penyangga, kelemahan, ikatan, dan akan melumpuhkan

individu, dan mencegahnya berkembang, mencegahnya menegakkan

keunikan dirinya, yang terletak dalam penemuannya sendiri akan

kebenaran yang mutlak, tanpa syarat. Itulah alasan lain mengapa saya

memutuskan –karena saya kebetulan menjadi Ketua Tarekat ini– untuk

membubarkannya. Tidak seorang pun telah membujuk saya untuk

mengambil keputusan ini.

Ini bukan tindakan yang hebat, oleh karena saya tidak menginginkan

pengikut, dan saya bersungguh-sungguh dalam hal ini. Pada saat Anda

mengikuti seseorang, Anda tidak lagi mengikuti kebenaran. Saya

tidak peduli apakah Anda menyimak apa yang saya katakan atau tidak.

Saya ingin melakukan sesuatu di dunia, dan saya akan melakukannya

dengan konsentrasi yang tak tergoyahkan. Saya hanya peduli dengan satu

hal yang esensial: yakni membebaskan manusia. Saya ingin

membebaskannya dari semua kurungan, dari semua ketakutan, dan tidak mendirikan agama baru, sekte baru, tidak pula menegakkan teori-teori baru dan filsafat-filsafat baru. Lalu Anda tentu akan bertanya

mengapa saya pergi berkelana ke seluruh dunia, dan terus-menerus

bicara. Akan saya katakan kepada Anda alasan saya melakukannya:

bukan karena saya menginginkan pengikut, bukan karena saya

menginginkan suatu kelompok istimewa yang terdiri dari siswa-siswa istimewa. — Betapa manusia senang berbeda dari sesamanya, betapa pun menggelikan, absurd, dan remeh perbedaan itu; saya tidak ingin

mendorong absurditas itu. — Saya tidak punya murid, tidak punya rasul, baik di dunia maupun di bidang spiritualitas.

Seorang wartawan yang mewawancarai saya menganggap

pembubaran suatu organisasi yang mempunyai ribuan anggota sebagai

perbuatan yang hebat. Baginya ini suatu perbuatan besar, karena seperti

dikatakannya, “Apa yang ingin Anda lakukan sesudah ini, bagaimana

Anda akan hidup? Anda tidak akan punya pengikut, orang tidak akan

mendengarkan Anda lagi.” Bila ada lima orang saja yang

mendengarkan, yang akan hidup, yang akan memalingkan wajah

mereka kepada keabadian, itu sudah cukup. Apa gunanya memiliki

ribuan anggota yang tidak mengerti, yang sepenuhnya terlilit

prasangka, yang tidak mau menjadi baru, melainkan lebih suka

menerjemahkan yang baru agar sesuai dengan diri mereka yang

mandul dan mampat? Jika saya berbicara dengan keras, harap jangan

salah paham, itu bukan tanpa kasih sayang. Jika Anda pergi kepada

seorang ahli bedah untuk dibedah, bukankah ia berbaik hati membedah

Anda sekalipun menyakitkan? Jadi, seperti itu pula, jika saya bicara blakblakan, itu bukan tanpa kepedulian yang sejati — justru sebaliknya.

Seperti saya katakan, saya hanya punya satu tujuan: membebaskan

manusia, mendorongnya menuju kebebasan; membantunya melepaskan

diri dari semua keterbatasan, oleh karena hanya itulah yang akan

memberinya kebahagiaan abadi, memberinya realisasi diri tanpa

syarat.

Oleh karena saya bebas, tak terkondisi, utuh — bukan menjadi

bagian, bukan menjadi relatif, melainkan kebenaran yang utuh dan abadi–

saya ingin mereka yang berupaya memahami saya, untuk bebas, tidak

mengikuti saya, tidak membuat saya menjadi sebuah kurungan yang akan menjadi agama, sekte. Sebaliknya, hendaklah mereka bebas dari segala ketakutan — dari ketakutan terhadap agama, dari ketakutan

terhadap penyelamatan, dari ketakutan terhadap spiritualitas, dari

ketakutan terhadap cinta, dari ketakutan terhadap kematian, dari

ketakutan terhadap hidup itu sendiri. Sebagaimana seorang seniman

melukis karena ia suka terhadap lukisan, karena itu merupakan ekspresi

dirinya, keagungannya, kesejahteraannya, demikian pula saya melakukan

ini dan bukan karena saya menginginkan sesuatu dari orang lain.

Anda terbiasa dengan otoritas, atau dengan suasana otoritas yang

Anda pikir akan membawa Anda kepada spiritualitas. Anda berpikir

dan berharap bahwa orang lain dapat, melalui kekuatan luar biasa

mukjizatmembawa Anda ke alam kebebasan abadi, yang adalah

kebahagiaan. Seluruh pandangan Anda terhadap kehidupan didasarkan

kepada otoritas itu.

Anda telah mendengarkan saya selama tiga tahun sampai sekarang,

tanpa mengalami perubahan sedikit pun kecuali dalam diri segelintir

orang. Sekarang kajilah apa yang saya katakan, bersikaplah kritis, supaya

Anda dapat mengerti sepenuhnya, secara mendasar. Bila Anda mencari

otoritas untuk membimbing Anda menuju spiritualitas, dengan

sendirinya mau tidak mau Anda akan membentuk organisasi di

seputar otoritas itu. Dengan pembentukan organisasi itu sendiri — yang

Anda pikir akan membantu otoritas ini untuk membimbing Anda kepada

spiritualitas — Anda terperangkap dalam sebuah kurungan.

Selama delapan belas tahun Anda telah menyiapkan peristiwa ini,

menyiapkan Kedatangan Guru Dunia. Selama delapan belas tahun Anda

telah berorganisasi, Anda memandang kepada seseorang untuk

memberi Anda kenikmatan-kenikmatan baru bagi hati dan pikiran

Anda, untuk mengubah seluruh hidup Anda, untuk memberi Anda

pemahaman baru; memandang kepada seseorang untuk mengangkat

Anda ke suatu tingkatan kehidupan baru, untuk memberi Anda

dorongan baru, untuk membebaskan Anda — dan sekarang lihatlah, apa

yang terjadi! Kajilah, pikirkanlah sendiri, dan lihat apakah kepercayaan

itu telah mengubah Anda bukan perubahan dangkal dengan

mengenakan sebuah lencana, yang adalah remeh, absurd. Apakah

suatu kepercayaan dapat melenyapkan hal-hal yang tidak penting

dalam kehidupan? Itulah satu-satunya cara menilai: apakah Anda

menjadi lebih bebas, lebih agung, lebih berbahaya bagi setiap

masyarakat yang berdasarkan kepalsuan dan hal-hal yang tidak

esensial? Apakah para anggota Tarekat Bintang ini telah berubah?

Alih-alih keistimewaan spiritual lama, alih-alih pujaan-pujaan lama, Anda

mempunyai pujaan baru. Anda semua menggantungkan spiritualitas

Anda pada orang lain, menggantungkan kebahagiaan Anda pada

orang lain, menggantungkan pencerahan Anda pada orang lain; dan sekalipun Anda telah mempersiapkan kedatangan saya selama delapan

belas tahun, ketika saya katakan bahwa semua ini tidak perlu, ketika saya

katakan bahwa Anda harus menyingkirkan semua itu dan mencari

dalam diri Anda sendiri untuk memperoleh pencerahan, memperoleh keagungan, memperoleh penyucian, memperoleh kesucian diri yang tak terkotori, tidak seorang pun di antara Anda mau melakukannya.

Mungkin ada sedikit, tetapi sedikit, sangat sedikit sekali yang

melakukannya.

Oleh karena itu apa gunanya berorganisasi?

Untuk apa ada orang-orang palsu dan munafik mengikutiku, yang

mewujudkan kebenaran? Harap diingat bahwa saya tidak mengatakan

sesuatu yang keras atau tidak ramah, tetapi kita telah sampai pada situasi

yang di situ Anda harus menghadapi hal-hal seperti apa adanya.

Tahun lalu saya katakan bahwa saya tidak akan berkompromi. Pada

waktu itu sangat sedikit yang menyimak saya. Tahun ini saya

membuatnya gamblang secara mutlak. Saya tidak tahu berapa ribu di

seluruh dunia –anggota tarekat ini– yang telah mempersiapkan

kedatangan saya selama delapan belas tahun, dan sekalipun demikian

mereka tidak bersedia menyimak tanpa syarat, secara utuh, apa yang saya katakan.

Oleh karena itu apa gunanya berorganisasi?

Seperti telah saya katakan, tujuan saya adalah membebaskan

manusia tanpa syarat, karena saya nyatakan bahwa satu-satunya

spiritualitas adalah tak terkotorinya diri yang abadi, serta keselarasan

antara akal budi dan cinta. Ini adalah kebenaran mutlak, tak bersyarat

yang adalah hidup itu sendiri. Oleh karena itu saya ingin membebaskan

manusia, bersukacita seperti burung di angkasa yang jernih, tanpa

beban, tanpa tergantung, mengalami ekstase dalam kebebasan itu.

Dan saya — yang untuk saya Anda telah mempersiapkan diri selama

delapan belas tahun — sekarang berkata bahwa Anda harus bebas dari

semua hal ini, bebas dari segala kerumitan Anda, bebas dari segala

keterlibatan Anda. Untuk itu Anda tidak perlu mempunyai sebuah

organisasi yang berdasarkan kepercayaan spiritual. Untuk apa sebuah organisasi bagi lima atau sepuluh orang di dunia yang akan mengerti,

yang berjuang, yang mengesampingkan semua hal yang remeh? Dan

bagi mereka yang lemah tidak ada organisasi yang dapat membantu mereka untuk mencapai kebenaran, oleh karena kebenaran ada di

dalam diri setiap orang; ia tidak jauh, ia tidak dekat; ia ada di situ

secara abadi.

Oganisasi tidak dapat membebaskan Anda. Tidak seorang pun dari

luar yang dapat membebaskan Anda; tidak pula dengan mengorganisir

pemujaan, tidak dengan menyiksa diri demi untuk suatu tujuan, akan

membebaskan Anda; tidak dengan bergabung ke dalam suatu

organisasi, tidak pula dengan membenamkan diri dalam kesibukan,

dapat membebaskan Anda. Anda menggunakan mesin tik untuk menulis

surat, tetapi Anda tidak meletakkan mesin tik itu pada sebuah altar dan

memujanya. Tetapi itulah yang Anda kerjakan bila organisasi menjadi

perhatian utama Anda. “Berapa banyak anggotanya?” Itulah pertanyaan

pertama yang diajukan semua wartawan kepada saya. “Berapa banyak

pengikut Anda? Dengan melihat jumlahnya kami dapat menilai apakah

yang Anda katakan benar atau tidak.” Saya tidak tahu berapa banyak

anggota Tarekat ini. Saya tidak peduli dengan semua itu. Jika

seandainya ada satu orang saja yang berhasil bebas, itu sudah

cukup.

Kemudian, Anda mempunyai kepercayaan bahwa hanya orang-orang

tertentu yang memegang kunci kerajaan kebahagiaan. Tidak seorang

pun yang memegangnya. Tidak seorang pun mempunyai otoritas untuk

memegangnya. Kuncinya adalah diri Anda sendiri; di dalam

perkembangan dan pemurnian dan di dalam keadaan tak terkotori

dari diri itu sendiri terletak kerajaan keabadian.

Dengan demikian Anda akan melihat betapa absurdnya seluruh struktur

yang telah Anda bangun, mencari pertolongan dari luar, bergantung pada

orang lain untuk kenyamanan Anda, untuk kebahagiaan Anda, untuk

kekuatan Anda. Ini hanya dapat ditemukan di dalam diri Anda sendiri.

Oleh karena itu apa gunanya berorganisasi?

Anda terbiasa diberitahu seberapa jauh Anda telah maju, apa status

spiritual Anda. [Dengan pemberian inisiasi oleh CW Leadbeater.] Betapa

kekanak-kanakan! Siapa lagi kalau bukan Anda sendiri yang dapat

mengatakan apakah Anda indah atau buruk di dalam batin Anda?

Siapa lagi kalau bukan Anda sendiri yang dapat mengatakan apakah Anda

tak terkotori? Anda tidak serius dalam hal-hal ini.

Oleh karena itu apa gunanya berorganisasi?

Tetapi barang siapa sungguh-sungguh ingin memahami, mencari

apa yang sungguh-sungguh abadi, tanpa awal tanpa akhir, akan

berjalan bersama dengan intensitas yang lebih besar, akan menjadi

bahaya bagi segala sesuatu yang tidak esensial, bahaya bagi

kenyataan-kenyataan palsu, bahaya bagi bayang-bayang. Dan mereka

akan berkonsentrasi, mereka akan menjadi api yang menyala, karena

mereka mengerti. Kumpulan seperti itulah yang perlu kita ciptakan, dan

itulah tujuanku. Oleh karena berkat persahabatan sejati seperti itu — yang

7

agaknya tidak Anda ketahui — akan terdapat kerjasama yang sejati di

antara semua orang. Dan ini bukan karena otoritas, bukan karena

penyelamatan, bukan karena penyiksaan diri untuk suatu tujuan,

melainkan karena Anda sungguh-sungguh mengerti, dan oleh karena itu

mampu hidup di dalam keabadian. Ini adalah sesuatu yang lebih

agung daripada semua kenikmatan, daripada semua pengorbanan.

Itulah beberapa alasan mengapa, setelah mempertimbangkannya

secara hati-hati selama dua tahun, saya mengambil keputusan ini. Ini

bukan berasal dari dorongan sesaat. Saya tidak dibujuk oleh siapa pun

untuk melakukannya — saya tidak bisa dibujuk untuk hal-hal seperti

itu. Selama dua tahun saya telah memikirkannya, perlahan-lahan, dengan

hati-hati, dengan sabar, dan sekarang saya memutuskan untuk

membubarkan Tarekat ini, selagi saya kebetulan menjadi ketuanya. Anda

dapat membentuk organisasi lain dan mengharapkan orang lain. Saya

tidak peduli dengan itu, tidak pula peduli dengan penciptaan kurungankurungan

baru, atau hiasan-hiasan baru bagi kurungan-kurungan

yang ada. Minat saya adalah pembebasan manusia secara mutlak,

bebas tanpa kondisi.

[Ommen, 3 Agustus 1929]

[Diterjemahkan oleh Hudoyo Hupudio]


Responses

  1. NIRARTHA=MOKSHA>Moha artinya Keterikatan,keinginan,dan ksha yang
    berarti Tidak terikat, bebas, merdeka.

    NIRARTHA=MOKSHA .Dapat diartikan bebas dari keterikatan dari unsur
    material,duniawi.

    Terkait dengan tulisan-tulisan diatas satu kata NIRARTHA=Orang yang sudah
    melampaui segalanya,semoga dapat mewakilinya dan yang satu ini ASLI
    BUATAN BALI…….Suksmaningmanah.

    • NirartaMoksha sebuah padanan yang cukup mewakili… terkait dengan moksha, perlu sebuah kajian dan pencarian yang terus menerus dengan disiplin tinggi agar mampu memahami konsep moksha, karena moksha nampaknya bukanlah sesederhana yang selama ini digambarkan sebagai bersatunya atma dengan Paramatma.. tapi lebih kepada terlepasnya pengaruh duniawi terhadap atma…. pada saat atma mampu membebaskan dirinya terhadap pengaruh duniawi … saat itulah moksha telah didepan mata walau sekejap…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: