Oleh: Gusti Sudiartama | Agustus 5, 2011

SIAPA YANG MEMBAWA KEBENARAN ?

Oleh: J. Krishnamurti
(Ceramah di Eerde, Holland, Markas Besar Internasional dari ‘The Order of the
Star’, pada 2 Agustus 1927)
PENGANTAR :
(oleh Hudoyo Hupudio)
Berikut ini salah satu ceramah J Krishnamurti pada awal
kehidupannya di depan umum yang masih ada notulennya sampai
sekarang. Ceramah ini diberikannya pada pertemuan tahunan Tarekat
Bintang (“The Order of the Star”) pada th 1927, yakni 5 tahun setelah ia
mulai mengalami proses pencerahan dan 2 tahun sebelum ia
membubarkan perkumpulan itu. Tampaknya proses pencerahan itu sendiri
tidak terjadi pada satu titik waktu, melainkan berlangsung selama
beberapa lama, bahkan beberapa tahun.
Untuk memahami ceramah ini, perlu diketahui konteks di mana
ceramah ini disampaikan. Sejak beberapa tahun K diangkat sebagai Ketua
Umum dari Tarekat Bintang. Perkumpulan itu dibentuk di dalam
lingkungan Teosofi untuk menyambut kedatangan Guru Dunia, yang
diramalkan akan datang kembali pada awal abad ke-20. Annie Besant,
Presiden Perhimpunan Teosofi pada waktu itu, mengumumkan bahwa K
adalah “wadah” atau “kendaraan” bagi Guru Dunia yang akan datang itu.
Guru Dunia itu dipercaya adalah Lord Maitreya, sebuah makhluk luhur
yang hidup di alam halus, yang bertanggung jawab terhadap “kemajuan
spiritual umat manusia di bumi.” Dipercaya bahwa dua ribu tahun
sebelumnya Guru Dunia itu telah muncul di dunia dalam wujud Yesus
Kristus, dan kini sudah tiba waktunya bagi Guru Dunia untuk datang
kembali ke bumi, ketika batin manusia sudah rusak kembali.
Pernyataan Annie Besant itu menimbulkan berbagai pergunjingan
dan spekulasi yang berkecamuk di kalangan warga Teosofi pada waktu
itu, yang sering kali berlangsung dengan sengit: Apakah pribadi Lord
Maitreya berbeda atau sama dengan pribadi K? Apa artinya Lord Maitreya
“menggunakan kendaraan” K? Apa yang terjadi dengan pribadi K, bila
Lord Maitreya turun menggunakan tubuh K sebagai “kendaraan”?
Sementara K sendiri mulai berontak terhadap semua gelar,
konsep dan peran yang dibangun untuk dirinya oleh Perhimpunan Teosofi.
Ia menyatakan, “…saya bisa berkata bahwa saya dan Sang Kekasih
adalah satu–entah itu Anda tafsirkan sebagai Sang Buddha, Lord
Maitreya, Sri Krishna, atau nama apa pun.”
Kembali kepada isi ceramah itu, pembaca yang sudah terbiasa
dengan ceramah-ceramah K yang belakangan tentu akan melihat
perbedaan yang cukup besar dengan ceramah K pada awal kehidupannya
di depan umum ini, yakni ketika ia baru saja mengalami proses
pencerahan. Melihatkah Anda perbedaan apa saja antara “K” pada tahun
1930-an dan “K” pada tahun 1960-an ke atas?
======================================
SIAPA YANG MEMBAWA KEBENARAN?
Oleh: J. Krishnamurti
(Ceramah di Eerde, Holland, Markas Besar Internasional dari ‘The Order
of the Star’, pada 2 Agustus 1927)
Ketika saya mulai berpikir untuk diri saya sendiri–yang telah
berlangsung beberapa tahun sampai sekarang–saya mendapati diri saya
memberontak. Saya tidak puas dengan ajaran apa pun, dengan otoritas
apa pun. Saya ingin menemukan sendiri apa artinya Guru Dunia bagi
saya, dan apa Kebenaran di balik wujud Guru Dunia. Sebelum saya mulai
berpikir untuk diri saya sendiri, sebelum saya mampu berpikir untuk diri
saya sendiri, saya menerima begitu saja bahwa saya, Krishnamurti,
adalah “kendaraan” bagi Guru Dunia, oleh karena banyak orang
menyatakan demikian. Tetapi ketika saya mulai berpikir, saya ingin
menemukan apa arti Guru Dunia, apa arti Guru Dunia menggunakan
“kendaraan”, dan apa arti manifestasi-Nya di dunia.
Saya dengan sengaja akan berbicara secara kabur, oleh karena
sekalipun dengan mudah saya bisa membuatnya pasti, saya tidak
bermaksud berbuat demikian, oleh karena begitu Anda merumuskan
sesuatu ia menjadi mati. Jika Anda membuat suatu hal menjadi pasti–
setidak-tidaknya itulah yang saya nyatakan–Anda mencoba memberi
tafsiran yang dalam pikiran orang lain akan menjadi wujud yang pasti dan
dengan demikian mereka akan terikat dengan wujud itu, dan dari situ
mereka harus membebaskan diri.
Apa yang akan saya katakan kepada Anda bukanlah otoritas, dan
Anda jangan mengikuti, melainkan pahami. Ini bukan masalah otoritas,
bukan pula kalimat-kalimat baku yang harus Anda ikuti secara membuta–
itulah yang diinginkan oleh kebanyakan di antara kalian–Anda ingin saya
menetapkan hukum, Anda ingin saya berkata: “Saya adalah ini-itu”;
sehingga Anda bisa berkata: “Baiklah, kami akan bekerja untuk Anda.” Ini
bukan alasan mengapa saya menjelaskan, melainkan agar kita bisa saling
memahami, agar kita bisa saling membantu. Saya akan membuat Anda
sekarang melihat hal-hal yang mungkin bisa Anda lihat sendiri, mungkin
dalam hidup ini atau dalam hidup di kemudian hari.
Nah, ketika saya masih kecil saya biasa melihat Sri Krishna,
membawa seruling, sebagaimana Ia dilukiskan oleh kaum Hindu, oleh
karena ibu saya seorang pemuja Sri Krishna. Ia sering berbicara kepada
saya tentang Sri Krishna, dan dengan demikian saya menciptakan
gambaran dalam pikiran saya tentang Sri Krishna, membawa seruling,
dengan segala pemujaan, segenap cinta, semua nyanyian, semua
kegembiraan–Anda tidak bisa membayangkan betapa itu sesuatu yang
hebat bagi anak-anak di India.
Ketika saya makin besar dan berjumpa dengan Uskup Leadbeater
dan Perhimpunan Teosofi, saya mulai melihat Master K.H. (Kuthumi)–lagilagi
dalam wujud yang disajikan kepada saya, realitas dari sudut pandang
mereka–dan dengan demikian Master K.H. bagi saya adalah akhir dari
segalanya. Belakangan, semakin saya tumbuh, saya mulai melihat Lord
Maitreya. Itu dua tahun yang lalu, dan sejak itu saya melihat-Nya terusmenerus
dalam wujud yang diberikan kepada saya.
Saya ceritakan ini kepada Anda bukan untuk memperoleh otoritas
atau untuk menciptakan kepercayaan, melainkan hanya dengan maksud
untuk memperkuat kepercayaan Anda sendiri, harapan Anda sendiri,
pikiran dan perasaan Anda sendiri. Mencari Kebenaran merupakan
pergulatan sepanjang waktu, oleh karena saya tidak puas dengan otoritas
orang lain, atau pemaksaan orang lain, atau bujukan orang lain. Saya
harus menemukan sendiri, dan dengan sendirinya saya harus
menemukannya melalui penderitaan.
Akhir-akhir ini yang saya lihat adalah Sang Buddha, dan berada
bersama Dia memberikan sukacita dan kemegahan bagi saya. Saya
pernah ditanya, apa yang saya maksud dengan ‘Sang Kekasih’–saya
akan memberikan makna, penjelasan, yang boleh Anda tafsirkan sesuka
hati Anda. Bagi saya Itu adalah semuanya; itu adalah Sri Krishna, itu
adalah Master K.H., itu adalah Lord Maitreya, itu adalah Sang Buddha,
namun Itu berada melampaui semua wujud-wujud ini.
Apa pentingnya nama apa pun yang Anda berikan? Anda saling
bertengkar tentang Guru Dunia sebagai nama. Dunia tidak mengenal Guru
Dunia; beberapa di antara kita mengenal secara individual; beberapa di
antara kita percaya pada otoritas; yang lain mengalami sendiri, dan
mengetahui sendiri. Tetapi ini adalah sesuatu yang individual, dan bukan
suatu masalah yang akan dipusingkan oleh dunia.
Yang merisaukan Anda adalah apakah ada pribadi yang disebut
Guru Dunia, yang mewujud dalam tubuh seseorang, bernama
Krishnamurti. Tetapi di dunia tidak ada orang yang akan memusingkan diri
dengan masalah ini.
Jadi Anda akan melihat sudut pandang saya bila saya bicara
tentang Kekasih-ku. Tidak enak rasanya saya harus menjelaskan, tetapi
saya terpaksa. Saya ingin itu sekabur mungkin, dan saya harap telah
melakukannya. Kekasih-ku adalah langit terbuka, bunga, setiap sosok
manusia.
Saya berkata kepada diri sendiri: sebelum saya menyatu dengan
semua Guru itu, entah Mereka itu sama entah tidak bukan masalah
penting; entah Sri Krishna, Kristus, Lord Maitreya adalah satu, lagi-lagi
bukan masalah yang penting. Saya berkata kepada diri sendiri: selama
saya melihat Mereka di luar seperti dalam sebuah lukisan, sesuatu
yang obyektif, maka saya terpisah, saya berada di luar pusat.
Tetapi bila saya memiliki kemampuan, bila saya memiliki
kekuatan, bila saya memiliki tekad, bila saya menjadi murni dan suci,
maka rintangan itu, keterpisahan itu, akan lenyap. Saya tidak akan puas
sampai rintangan itu runtuh, sampai keterpisahan itu lenyap.
Sampai saya mampu berkata dengan pasti, tanpa gairah yang
tidak pada tempatnya, atau sikap melebih-lebihkan untuk meyakinkan
orang lain, sampai saya menyatu dengan Kekasih-ku, saya tidak pernah
bicara. Saya bicara tentang hal-hal umum yang kabur, yang diinginkan
oleh setiap orang. Saya tidak pernah berkata: saya adalah Guru Dunia.
Tetapi sekarang, karena saya merasa telah menyatu dengan
Sang Kekasih, saya menyatakan demikian–bukan dengan maksud untuk
menekankan otoritas saya kepada Anda, bukan untuk meyakinkan Anda
akan kebesaran saya, bukan pula kebesaran Guru Dunia, bahkan bukan
tentang keindahan hidup, kesederhanaan hidup–melainkan sekadar untuk
membangkitkan keinginan dalam hati Anda dan dalam pikiran Anda untuk
mencari Kebenaran.
Jika saya berkata, dan saya akan berkata, bahwa saya dan Sang
Kekasih adalah satu, itu oleh karena saya merasakan dan mengetahuinya.
Saya telah menemukan apa yang saya dambakan. Saya telah menyatu,
sehingga mulai sekarang tidak akan ada lagi pemisahan, oleh karena
pikiranku, keinginanku, harapanku–segala sesuatu yang berasal dari
diri individual–telah musnah.
Dengan demikian sekarang saya bisa berkata bahwa saya dan
Sang Kekasih adalah satu–entah itu Anda tafsirkan sebagai Sang
Buddha, Lord Maitreya, Sri Krishna, atau nama apa pun.
Selama enambelas tahun Anda telah memuja gambar yang tak
pernah bicara, yang Anda tafsirkan menurut keinginan hati Anda, yang
telah mengilhami Anda, memberi Anda ketenangan, memberi Anda
inspirasi pada saat depresi. Anda bisa berpegang pada gambar itu oleh
gambar itu tidak bicara. Ia tidak hidup, tidak ada kehidupan yang bisa
dipertahankan.
Tetapi sekarang, setelah gambar yang Anda puja, yang telah
Anda ciptakan sendiri, yang telah mengilhami Anda, menjadi hidup dan
bicara, Anda berkata: “Apakah gambar yang kupuja ini benar? Bisakah ia
bicara? Punyakah ia otoritas? Punyakah ia kekuasaan untuk mewakili
Guru Dunia? Apakah ia memiliki keluasan Kearifan-Nya, keluhuran Welas-
Asih-Nya, berkembang sempurna, dan bisakah Itu mewujud dalam diri
seseorang?”
Sudah tentu ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus Anda
pecahkan sendiri. Anda ingat, dongeng terkenal dari Dostoievsky, yang di
situ Kristus muncul kembali? Ia berkhotbah, dan akhirnya ia pergi ke
Roma, dan Paus mengundang-Nya, dan secara rahasia berlutut dan
memuja dan memuji-Nya, tetapi ia memenjarakan-Nya. Paus berkata,
“Kami memuja-Mu secara rahasia; kami mengakui bahwa Anda Kristus;
tetapi jika Anda pergi keluar, Anda akan membuat banyak keributan; Anda
akan menyebabkan munculnya keraguan, padahal kami telah mencoba
memadamkannya.”
Sekarang gambar itu mulai hidup, dan Anda tak mungkin memiliki
sesuatu yang nyata, tak mungkin memiliki sesuatu yang benar yang tidak
hidup. Anda mungkin memuja sebatang pohon di musim dingin, tetapi jauh
lebih indah di musim semi, ketika kuncup, kumbang dan burung, ketika
seluruh dunia mulai hidup.
Selama bertahun-tahun dalam musim dingin Anda membisu dan
tidak memeriksa diri Anda dengan amat tulus, itu relatif mudah. Tetapi
sekarang, Anda harus memutuskan sendiri, apa arti semua itu.
Sebelum ini, mudah berkata, bahwa Anda menantikan kedatangan
Guru Dunia, dan itu hampir tak berarti apa-apa. Tetapi sekarang, Anda
berhadapan dengan masalah gambar yang menjadi hidup.
Entah Anda akan tetap memuja terus-menerus sebuah gambar
saja, entah memuja realitas dari gambar itu, tentu saja terserah kepada
setiap individu. Tetapi, mohon jangan gunakan otoritas Anda untuk
membujuk orang lain, karena saya pun tidak menggunakan otoritas saya
untuk meyakinkan Anda akan kebenaran gambar yang menjadi hidup itu.
Bagi saya Itu hidup. Sekalipun saya biasa memuja gambar itu,
saya tidak puas dengan sekadar memuja. Saya ingin menemukan, melihat
ke balik bingkai gambar itu, memandang melalui mata, berpikir melalui
batin, dan merasa melalui hati dari gambar itu.
Saya tidak puas, dan oleh karena ketidakpuasan saya, oleh
karena saya tidak terima, oleh karena kesedihan saya, saya bisa melihat
diri saya pada gambar itu, dan dengan demikian saya adalah gambar
itu.
Tidak ada yang rumit di situ, tidak ada yang misterius, tidak perlu
menjadi bergairah untuk meyakinkan orang lain. Hanya apabila Anda
menyerah ke bawah suatu otoritas maka Anda akan patah–tentu saja–
oleh karena otoritas bervariasi dari hari ke hari. Satu hari adalah si anu,
hari lain adalah orang lain lagi, dan merugilah orang yang bersujud
kepada salah satu atau kepada semuanya.
Itulah justru yang harus Anda hindarkan, dan itulah yang Anda
coba hadirkan. Anda menginginkan otoritas yang akan memberi Anda
keberanian, yang akan membuat Anda berkembang lebih penuh. Tetapi
tidak ada otoritas luar yang akan memberi Anda kekuatan untuk
berkembang. Entah kebenaran yang dikatakan oleh gambar itu, bila ia
menjadi hidup, penting atau tidak, Anda sendirilah yang harus
memeriksanya.
Saya biasa menyimak setiap orang, selalu. Saya ingin belajar, dari
tukang kebun, dari pengemis, dari kaum Sudra, dari tetanggaku, dari
sahabatku, dari segala sesuatu yang bisa mengajar, dengan maksud
untuk menyatu dengan Sang Kekasih. Ketika saya telah menyimak
semuanya, dan mengumpulkan Kebenaran dari mana pun saya
menemukannya, saya bisa mengembangkan diri sepenuhnya.
Sekarang Anda menunggu Kebenaran itu untuk datang, dari satu
orang. Anda menunggu Kebenaran itu dikembangkan, dicekokkan kepada
Anda oleh suatu otoritas, dan Anda memuja orang itu alih-alih Kebenaran
itu.
Bila Krishnamurti meninggal, dan itu pasti akan terjadi, Anda akan
membuat suatu agama, Anda akan membuat aturan-aturan dalam pikiran
Anda, oleh karena orang itu, Krishnamurti, bagi Anda mewakili Kebenaran.
Lalu Anda akan membangun tempat ibadah, Anda mulai membuat
upacara-upacara, menciptakan doa-doa, dogma-dogma, sistem-sistem
kepercayaan, akidah-akidah, dan menyusun filsafat.
Jika Anda membangun landasan besar di atas saya, individu,
Anda akan terperangkap di dalam rumah itu, di dalam tempat ibadah
itu, lalu Anda perlu seorang Guru lagi untuk menarik Anda keluar dari
tempat ibadah itu, menarik Anda dari kesempitan itu untuk membebaskan
Anda. Tapi batin manusia begitu rupa sehingga Anda akan membangun
lagi tempat ibadah di seputar Dia, begitulah berlangsung terus-menerus.
Tetapi mereka yang mengerti, yang tidak bergantung pada
otoritas, yang merangkul segenap manusia dalam hati mereka, tidak akan
membangun tempat ibadah–mereka akan sungguh-sungguh mengerti.
Oleh karena segelintir orang benar-benar ingin menolong orang lain,
mereka mendapati hal itu sederhana. Orang lain yang tidak mengerti,
sekalipun mereka bicara banyak tentang hal itu, dan tentang bagaimana
mereka akan menafsirkan ajaran itu, akan menghadapi kesulitan.
Bagi saya mudah sekali untuk pergi ke dunia dan mengajar.
Orang di dunia tidak akan peduli entah ini suatu pengejawantahan, entah
sesuatu yang masuk ke dalam badan ini, atau suatu kedatangan ke dalam
altar yang telah disiapkan bertahun-tahun, atau Krishnamurti sendiri.
Yang akan mereka katakan adalah: “Saya menderita, saya
mengalami kenikmatan-kenikmatan sesaat, dan kesedihan-kesedihan
yang terus berubah; bisakah Anda memberikan sesuatu yang lestari?
Anda bilang, Anda telah menemukan Kebahagiaan dan Pembebasan;
bisakah Anda berikan itu kepada saya, sehingga saya bisa masuk ke
dalam kerajaan Anda, ke dalam dunia Anda?”
Itulah yang mereka dambakan, dan bukan lencana, tarekat,
peraturan, buku-buku. Mereka ingin melihat air yang hidup mengalir di
bawah jembatan umat manusia, sehingga mereka bisa berenang bersama
air itu menuju laut lepas.
Dan yang Anda pentingkan selama ini adalah bagaimana Anda
akan menafsirkan ini. Anda belum menemukan Kebenaran itu bagi Anda
sendiri, Anda terbatas, tapi Anda ingin membebaskan orang lain.
Bagaimana Anda akan melakukan itu? Bagaimana Anda akan
menemukan apa yang benar, apa yang palsu, apa Guru Dunia itu, apa
realitas, jika Anda belum membersihkan kebuntuan dari kubangan ini,
sehingga Kebenaran akan terpantul dari situ?
Selama kehidupan ini, dan mungkin dalam kehidupan-kehidupan
yang lampau, saya hanya mendambakan satu hal: pembebasan, keluar
dari kesedihan, dari keterbatasan, menemukan Guru saya atau Kekasihku–
yang adalah Guru Anda dan Kekasih Anda; Guru dan Kekasih yang
ada di dalam setiap orang, yang ada di balik setiap batu biasa, setiap helai
rumput yang terinjak.
Keinginanku, harapanku, adalah untuk menyatu dengan Dia,
sehingga saya tidak lagi merasa terpisah, tidak lagi menjadi entitas yang
berbeda dengan diri yang terpisah. Dan bila saya mampu menghancurkan
diri ini sepenuhnya, saya mampu menyatukan diri saya dengan Kekasihku.
Dari situ, karena saya telah menemukan Kekasih-ku, Kebenaran-ku,
saya ingin memberikannya kepada Anda.
Saya bagaikan sekuntum bunga yang memberikan harumnya
kepada udara pagi. Ia tidak memikirkan siapa yang lewat. Ia memberikan
harumnya, dan mereka yang berbahagia, yang menderita, akan
menghirup keharuman itu. Tetapi mereka yang merasa puas, yang tidak
mengharapkan, yang tidak peduli, yang tidak pernah membayangkan
sukacita dari keharuman itu, akan lewat begitu saja tanpa memperhatikan.
Apakah Anda akan memaksa mereka berhenti dan menghirup
keharuman itu? Anda memikirkan bagaimana Anda akan meyakinkan
mereka. Mengapa Anda harus meyakinkan mereka? Anda hanya akan
meyakinkan mereka yang sungguh-sungguh mencari.
Karena Anda ragu-ragu dalam pencarian Anda, maka Anda tidak
sungguh-sungguh mencari. Anda merasa puas dengan pengetahuan Anda
yang sedikit, dengan otoritas Anda yang sedikit. Anda ingin otoritas itu
bicara, untuk membebaskan Anda dari keraguan Anda.
Misalkan ada orang yang mampu mengatakan kepada Anda
bahwa saya adalah Guru Dunia; dengan cara bagaimana itu akan
menolong, dengan cara bagaimana itu akan mengubah Kebenaran?
Dengan cara bagaimana pemahaman akan datang ke dalam hati Anda,
dan pengetahuan akan datang ke dalam pikiran Anda?
Jika Anda bergantung pada otoritas, Anda akan membangun
landasan Anda di atas pasir, dan gelombang kesedihan akan datang
dan menyeretnya.
Tetapi jika Anda membangun landasan Anda dari batu, batu
pengalaman Anda sendiri, batu pengetahuan Anda sendiri, batu kesedihan
dan penderitaan Anda sendiri, jika Anda mampu membangun rumah Anda
di atas itu, batu demi batu, pengalaman demi pengalaman, maka Anda
akan mampu meyakinkan orang lain.
Sampai sekarang Anda bergantung pada dua Pelindung dari
Tarekat ini [Annie Besant dan C.W.Leadbeater] sebagai otoritas, pada
orang lain untuk mengatakan kepada Anda apa Kebenaran itu, padahal
Kebenaran itu terletak di dalam Anda. Di dalam hati Anda sendiri, di dalam
pengalaman Anda sendiri Anda akan menemukan Kebenaran, dan itulah
satu-satunya yang berharga.
Hanya itu yang bisa menyembuhkan penderitaan Anda, hanya itu
yang bisa melenyapkan kesedihan Anda. Itulah sebabnya saya merasa
saya harus bicara tentang hal-hal ini.
Saya tidak bisa bicara pada tahun yang lalu [dalam pertemuan
seperti ini], sebagaimana saya bisa sekarang, bahwa saya adalah Guru
itu, oleh karena kalau dulu saya berkata begitu, itu tidak jujur, itu tidak
benar. Oleh karena pada waktu itu saya belum menyatu dengan Sumber
dan Tujuan, saya tidak bisa berkata bahwa saya adalah Guru itu.
Tetapi sekarang saya dapat mengatakannya. Saya telah
menyatu dengan Sang Kekasih, saya telah menjadi sederhana. Saya
telah dimuliakan oleh karena Dia, dan oleh karena Dia saya bisa
menolong.
Maksud saya bukan untuk menciptakan diskusi tentang otoritas,
tentang pengejawantahan di dalam pribadi Krishnamurti, melainkan untuk
memberikan air yang akan membersihkan kesedihan Anda, tirani remeh
Anda, keterbatasan Anda, sehingga Anda menjadi bebas, sehingga Anda
pada akhirnya akan menyatu dengan lautan, di mana tidak ada
keterbatasan, di mana terdapat Sang Kekasih.
Saya harap saya telah menjelaskan ini; dan bagi batin yang
memahami, itu menjadi jelas. Batin dan hati yang telah meraba-raba, yang
telah mencari, yang telah mendambakan untuk menemukan Kebenaran,
mereka akan menemukannya. Anda tidak akan meyakinkan, tidak akan
mengubah gaya hidup mereka yang tidak ingin berubah.
Tetapi sebagaimana saya berubah dan menyatu dengan Sang
Kekasih, sebagaimana saya telah menemukan tujuan saya, karena saya
memiliki cinta kasih–dan tanpa cinta kasih Anda tak mungkin mencapai
tujuan itu–oleh karena saya memiliki cinta, oleh karena saya telah
menderita dan melihat dan menemukan semua, dengan sendirinya
menjadi kewajiban saya, kesenangan saya, dharma saya, untuk
memberikannya kepada mereka yang tidak memilikinya.
Entah saya memberikannya melalui Tarekat Bintang, entah
melalui organisasi lain, itu tidak penting. Orang tidak akan peduli melalui
organisasi mana itu datang. Mereka hanya akan puas jika kesedihan
mereka, kenikmatan mereka, keangkuhan mereka yang sesaat, keinginan
mereka yang rapuh dapat dimatikan dan suatu hal yang leblih besar dari
itu ditegakkan.
Bila Anda memahami kebenaran dari Pembebasan dan
Kebahagiaan ini, itu akan membebaskan Anda dari diri Anda, dari semua
kesombongan, kenikmatan, kesakitan, dan kesedihan Anda.
Sebagaimana saya telah mencapai Pembebasan, saya ingin
memberikannya. Tetapi Anda berkata: “Anda harus memberikannya
dengan gaya tertentu, Anda harus bisa memberikannya dalam kata-kata
tertentu, dengan bahasa
tertentu.”
Apakah penting dari gelas mana Anda minum air, selama air itu
mampu memuaskan dahaga Anda? Apakah penting siapa yang memberi
Anda makan, selama dengan makanan itu kenyang dan menjadi kuat?
Oleh karena Anda telah terbiasa selama berabad-abad dengan
label-label, Anda ingin agar kehidupan diberi label. Anda ingin
Krishnamurti diberi label, dan dengan cara yang tertentu, sehingga Anda
bisa berkata: “Nah, sekarang saya mengerti,” lalu ada kedamaian di dalam
Anda.
Saya rasa bukan begitu jadinya. Bisakah Anda mengikat air
samudra? Orang pernah mencobanya, tapi selalu terjadi bencana.
Saya tidak ingin diikat, oleh karena hal itu berarti keterbatasan.
Anda tidak bisa mengikat udara. Anda bisa mengurungnya, bisa
mengotorinya, Anda bisa memberi racun pada udara itu, tetapi udara
yang di luar, yang tersedia bagi semua orang, tak pernah bisa Anda
kendalikan.
Saya tak akan diikat oleh siapa pun. Saya akan menempuh jalan
saya sendiri, oleh karena itulah satu-satunya jalan. Saya telah
menemukan apa yang saya inginkan. Saya telah menyatu dengan
Kekasih-ku, dan Kekasih-ku dan aku akan mengembara bersama-sama di
muka bumi ini.
Anda tak akan bisa memaksa orang, dengan otoritas apa pun,
dengan ketakutan apa pun, dengan ancaman kutukan neraka apa pun
yang Anda gunakan. Zaman itu telah lewat.
Kini adalah zaman revolusi dan guncangan. Ada keinginan untuk
tahu segala sesuatu bagi diri sendiri. Dan oleh karena Anda tidak memiliki
keinginan itu dalam diri Anda, Anda terkungkung dalam dunia yang
terbatas.
Anda mengira Anda telah menemukan, tetapi Anda belum
menemukan. Oleh karena Anda merasa pasti dalam ketidakpastianketidakpastian
Anda yang remeh, Anda mengira Anda bisa mengubah
dunia.
Ketika menara Eiffel dibangun, ia mengira dirinya adalah benda
yang paling indah, paling menakjubkan, paling tinggi di dunia, sampai
sebuah pesawat terbang kecil terbang di atasnya.
Anda semua mengira bahwa Anda bisa lari bersama kijang dan
mengaum bersama singa. Tetapi Anda hanya bisa lari bersama kijang dan
mengaum bersama singa apabila Anda telah menyatu dengan Sang
Kekasih.
Tidak ada gunanya bertanya kepada saya, siapakah Sang
Kekasih itu. Apa gunanya penjelasan? Oleh karena Anda tidak akan
memahami Sang Kekasih sampai Anda mampu melihatnya di dalam
setiap binatang, di dalam setiap helai rumput, di dalam setiap manusia
yang menderita, di dalam setiap individu.
Jadi, teman-teman, satu-satunya yang penting adalah bahwa
Anda harus memberikan air yang akan memuaskan dahaga orang. Orang
yang tidak ada di sini, yang ada di dunia. Dan air yang akan memuaskan,
yang akan memurnikan hati mereka, memuliakan batin mereka adalah ini:
menemukan Kebenaran, dan menegakkan dalam batin mereka sendiri dan
dalam hati mereka sendiri Pembebasan dan Kebahagiaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: