Oleh: Gusti Sudiartama | Mei 25, 2013

Musibah dan kekecewaan sebagai obat

Tidak jarang kita meratapi nasib malang yang menimpa diri kita , menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan atas kemalangan yang kita rasakan menimpa .  Apa yang kita rasakan sebagai sebuah kemalangan atau musibah bilamana di lihat dari kacamata orang lain yang telah pernah mengalami kejadian yang sama, akan mempunyai efek yang berbeda, kenapa ?

Bagi mereka yang telah mengalami satu musibah apalagi yang telah mampu menerimanya dengan lapang dada, akan memiliki kekuatan lebih untuk menghadapi masalah lain dalam kehidupannya. Ibarat vaksin yang dimasukkan kedalam tubuh, akan memperkuat daya tangkal tubuh terhadap penyakit tersebut, demikian pula dalam kehidupan, setiap masalah yang dihadapi akan menjadi spirit pula bagi orang tersebut kalau saja yang bersangkutan mampu menyadarinya.

Kesadaran adalah kata kunci dalam kehidupan, seseorang yang senantiasa “sadar” akan mempunyai daya tangkal yang dasyat terhadap segala bentuk cobaan didalam kehidupan. Kesadaran yang dimaksud disini adalah kesadaran tentang hakekat hidup dan kehidupan, sadar akan hakekat kehidupan akan selalu menjadi cahaya yang menuntun kita menuju tujuan, menyelesaikan segala permasalahan dengan jernih dan benar.

Bila kehidupan bisa dipahami sebagai sebuah wujud syukur kepada tuhan bahwa kita telah diberikan kesempatan untuk lahir kedunia sebagai manusia sehingga kita bisa memperbaiki kualitas spiritual kita. Pula kita diberikan kesempatan untuk membayar hutang hutang kita( karma) dikehidupan terdahulu, disamping itu kehidupan inipun sebaiknya dimaknai sebagai kesempatan menabur kebaikan kepada semua mahluk . Dengan konsep ini hidup/kelahiran kita saat ini akan senantiasa kita maknai sebagai wujud bhakti kepada Tuhan, sehingga apapun yang kita alami di kehidupan ini akan selalu kita sambut dengan terbuka dan penuh keikhlasan dan senantiasa haus akan kesempatan melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.

Kehidupan yang kita alami sekarang ini, segala kebaikan dan kebahagiaan sebaliknya kesialan atau kesengsaraan adalah suatu bentuk permainan pikiran. Dengan memahami kehidupan sebagai sebuah proses pendakian spiritual, setiap langkah setiap peristiwa yang kita alami sebagai  perjalanan menuju tujuan akhir, layak-kah kita meratapinya, bukankah lebih bijak dan tidak buang-buang energi bila kita menerimanya sebagai satu tangga menuju tangga berikutnya dalam pendakian spiritual kita?

Jika kehidupan kita anggap sebagai bentuk pembayaran hutang,  apakah tidak lebih baik bila kita bersyukur bahwa kita telah mampu membayar sedikit hutang sehingga kita tidak lagi menjadi pribadi yang berhutang, setidaknya ada beban hutang yang telah mampu kita lunasi walaupun sedikit?

Kesadaran ini tentu tidak akan hadir begitu saja, memerlukan proses dan usaha sungguh sungguh dari kita untuk senantiasa belajar menerima dan memahami peristiwa dari berbagai sisi, karena sejatinya apapun yang kita alami di kehidupan ini terselip sebuah pelajaran berharga bagi pribadi agung diri sejati ini. Hanya diperlukan sebuah keheningan dan kejernihan untuk menerima pelajaran ini seutuhnya….

25 Mei 2013


Responses

  1. Blognya bagus….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: