Oleh: Gusti Sudiartama | Maret 18, 2014

Pemilu dan Satrio Piningit

Belum satu minggu  kampanye pemilihan legislatif dimulai, perdebatan dan penggalangan opini sudah demikian kuat. Semakin menarik mengamati pergulatan politik nasional setelah JokoWi menyatakan kesiapan untuk maju menjadi Capres. Luar biasa sebuah fenomena yang sangat unik mematahkan semua kalkulasi calon dan parpol lain.

Acungan dua jempol memang patut diberikan untuk seorang Megawati atas pengorbanan dan kebesaran jiwanya yang legowo menyerahkan “kekuasaan” tertinggi kepada seorang kader yang diyakini memang merupakan pilihan rakyat. Sungguh sebuah pengorbanan luar biasa yang telah mengesampingkan ego dan kerakusan kekuasaan, mencerminkan kematangan dan kenegarawanan seorang ibu bangsa, terlepas dari berbagai kalkulasi politik yang dilakukan oleh PDIP.

Sebagai seorang yang jauh dari hingar bingar dunia politik, cukup mengundang ketertarikan untuk mempelajari dan mengamati seperti apa nanti hadirnya sebuah “revolusi”  sosial dari wong cilik yang mulai sadar bahwa selalu ada harapan bila mau menggunakan akal sehat dan nurani untuk menentukan pilihan dan juga tanpa menafik-kan hadirnya tangan tangan Tuhan yang memang memiliki skenario dan tujuan yang sangat misterius bagi bangsa ini.

Sudah saatnya kita semua memasang harapan dan tidak lupa memohon kehadapan Ida Hyang Widhi agar kita semua diberi kekuatan untuk nenentukan pilihan dan menentukan masa depan bangsa. Lakukan kewajiban sebagai warga bangsa dengan penuh tanggung jawab, biarlah perbedaan itu hadir ditengah tengah kita sebagai sebuah kenyataan yang patut disyukuri, dan pilihlah menurut akal sehat dan logika sehat bukan atas iming-iming recehan.

Hadirnya tokoh Jokowi perlu diberi catatan khusus, karena sejak kemunculannya dalam pilgub DKI sosok ini digadang gadang akan mampu memberi inspirasi kepada generasi muda bangsa, bahkan tidak sedikit yang memposisikan Jokowi sebagai bagian dari skenario besar Hyang widhi  akan hadirnya satrio piningit. Namun sosok ini kenyataannya memang menyedot simpati yang sangat besar, sampai sampai tokoh PKS pun menyatakan ada tangan Tuhan yang bermain dalam pemenangan Jokowi di DKI. Apapun skenario yang dikehendaki oleh Beliau itulah yang akan terjadi, tugas kita hanyalah  menentukan pilihan dengan cara yang benar, santun dan bertang,gung jawab. Bangsa ini akan menjadi sebagaimana kehendak Beliau, hanya saja kalau sekarang kita mampu memahami isyrarat /tanda alam kita akan sejalan dengan kehendak Beliau, kalau tidak akan terjadi sedikit “pemaksaan untuk on the track”.

Sadar bahwa apapun yang kita lakukan berimplikasi kepada alam, sebaliknya alampun memberi pengaruh kepada kita, kalau kita berkeinginan agar kedepan kita menyongsong masa depan gemilang, yakinlah akan hadirnya kegemilangan, hadirkan pikiran baik dan kegemilangan itu didalam pikiran kita masing-masing. Jauhkan pikiran dengki iri hati dan saling menjatuhkan karena pikiran seperti itu selamanya tidak akan bersinergi dengan alam.

Mari kita songsong pemilihan legislatif dengan penuh harapan positif akan masa depan yang lebih baik, pilihlah mereka yang terbaik dari segi moral bukan kalkulasi politik dan materi, jauhkan pikiran negatif apalagi destruktif, belajarlah dari sejarah pahit tahun 1965. Selebihnya serahkan kepada Beliau karena Beliau sudah mempunyai skenario besar untuk bangsa ini…


Responses

  1. ALKITAB IBRANI 4-5
    Satria Piningit Sebagai Imam Besar Indonesia
    4:14 Karena sekarang Indonesia mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Satria Piningit, Anak Allah, baiklah berpegang teguh pada pengakuan iman.
    4:15 Sebab Imam Besar yang Indonesia punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan manusia, sebaliknya sama dengan manusia, sedangkan Satria Piningit telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    5:1 Sebab setiap imam yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan manusia dengan manusia, supaya manusia memberi persembahan dan korban
    5:2 Imam harus dapat mengerti orang yang jahil dan orang yang sesat, karena imam sendiri penuh dengan kelemahan,
    5:3 yang mengharuskan untuk memberikan persembahan dan korban, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi diri sendiri.
    5:4 Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi diri sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Imam Besar.
    5:5 Demikian pula Satria Piningit tidak memuliakan diri sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Allah yang berfirman kepada-Nya: ” Satria Piningit Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini”,
    Sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas : ” Katakan Allah itu Esa. Allah tempat memohon. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan memperanakkan Satria Piningit. Bagi Dia tiada satupun yang memadaiNya!”
    5:6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: “Satria Piningit adalah Imam Besar untuk selamanya, menurut peraturan Melkisedek.”
    5:7 Dalam hidup sebagai manusia, Satria Piningit telah mempersembahkan doa pujian dan permohonan dan keluhan kepada Allah, yang sanggup selamatkan dari maut, dan karena kesalehan Satria Piningit, Allah telah dengarkan.
    5:8 Dan sekalipun Satria Piningit adalah Anak Allah, Satria Piningit menjadi taat setelah belajar dari apa yang telah diderita umat,
    5:9 dan sesudah Satria Piningit mencapai kesempurnaan, Satria Piningit menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada Satria Piningit,
    5:10 dan Satria Piningit dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.
    4:16 Sebab itu marilah dengan penuh sukacita menghampiri Takhta kasih karunia, supaya menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya.

  2. ALKITAB IBRANI 7 11-18
    Satria Piningit Adalah Imam Yang Lebih Tinggi Daripada Presiden
    7:11 Karena itu, andaikata oleh Imamat telah tercapai kesempurnaan–sebab karena imamat itu rakyat telah menerima hukum Pilpres -apakah sebab masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang Imam Besar tidak dikatakan menurut peraturan Pilpres?
    7:12 Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendiri akan berubah pula hukum Pilpres itu.
    7:18 Memang hukum Pilpres yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum Pilpres itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu hukum Pilpres tidak berguna,
    7:15 Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang Imam lain menurut cara Melkisedek,
    7:16 yang menjadi Imam bukan berdasarkan peraturan Pilpres, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.
    7:19 –sebab peraturan Pilpres sama sekali tidak membawa kesempurnaan –tetapi sekarang timbul pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan manusia kepada Allah.
    7:13 Sebab Imam, yang dimaksudkan di sini, termasuk suku Jawa; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani Satria Piningit di Pilpres.
    7:14 Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Satria Piningit berasal dari suku Jawa dan mengenai suku ini Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.
    7:17 Sebab tentang Satria Piningit diberi kesaksian: “Engkau adalah Imam untuk selamanya, menurut peraturan Melkisedek.”
    7:20 Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah–memang Satria Piningit telah menjadi Imam Besar tanpa sumpah,
    7:21 tetapi Satria Piningit dengan disumpah, diucapkan oleh Tuhan yang berfirman kepada-Nya: “Tuhan telah bersumpah dan Tuhan tidak sesal: Satria Piningit adalah Imam untuk selamanya”
    7:22 demikianlah Satria Piningit adalah jaminan dari suatu perjanjian Imamat yang lebih kuat.
    7:23 Dan dalam jumlah yang besar mereka dukung Satria Piningit yang telah menjadi Imam Besar, karena mereka dicegah dari maut untuk itu Satria Piningit tetap menjabat Imam Besar.
    7:24 Tetapi, karena Satria Piningit tetap selamanya, Imamat Satria Piningit tidak dapat beralih kepada orang lain, sehingga Imamat Satria Piningit seumur langit.
    7:25 Karena itu Satria Piningit sanggup juga selamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Satria Piningit datang kepada Allah. Sebab Satria Piningit hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.
    7:26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang diperlukan: yaitu yang saleh tanpa salah, tanpa noda yang terpisah dari orang bernoda, tanpa partai yang terpisah dari orang berpartai dan lebih tinggi dari pada tingkat kuasa apapun,
    7:27 yang tidak seperti imam lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk diri sendiri dan sesudah itu barulah untuk umatnya, beda hal itu dengan yang telah dilakukan Satria Piningit satu kali untuk selamanya, ketika Satria Piningit mempersembahkan diri sendiri sebagai Imam Besar.
    7:28 Sebab Hukum Imamat Taurat menetapkan orang yang diliputi Tuhan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada Hukum Imamat Taurat, menetapkan Anak Allah, Satria Piningit yang telah menjadi sempurna sampai selamanya. Amiin!

  3. ALKITAB YESAYA 43 22-28
    Dosa Pilpres Indonesia Diampuni
    43:22 “Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Indonesia, dan engkau tidak bersusah-susah Pilpres karena Aku, hai Indonesia
    43:23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihan. Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian atau susahi engkau dengan menuntut kemenyan.
    43:24 Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihan. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosa Pilpresmu, engkau susahi Aku dengan kesalahan Pilpresmu.
    43:25 Aku, Akulah yang menghapus dosa Pilpres pemberontakanmu oleh karena Satria Piningit dan Aku tidak mengingat-ingat dosa Pilpresmu.
    43:26 Ingatkanlah Aku, marilah berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!
    43:27 Bapa leluhurmu yang lalu sudah berdosa, dan jurubicaramu telah memberontak terhadap Aku.
    43:28 Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa serahkan untuk ditumpas dan untuk dinista.”

  4. ALKITAB MAZMUR 24 1-10
    Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
    24:1 Mazmur Raja Satria Piningit.
    Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
    24:2 Sebab TUHAN lah yang mendasarkan Raja Satria Piningit di atas lautan dan menegakkan Raja Satria Piningit di atas sungai-sungai.
    24:3 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
    24:4 “Orang yang bersih tangan dan murni hati, yang tidak serahkan diri kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
    24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Raja Satria Piningit, yang mencari wajah Raja Satria Piningit-Mu, ya Allah.”
    24:5 Raja Satria Piningit lah yang menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang selamatkan.
    24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
    24:8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” ” Raja Satria Piningit, jaya dan perkasa, perkasa dalam peperangan! ”
    24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
    24:10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” ” Raja semesta alam, Raja Satria Piningit lah Raja Kemuliaan!”

    ALKITAB YESAYA 22 15-24
    Tentang Pengurus Istana Dan Satria Piningit
    22:15 Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: “Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada yang mengurus istana, dan katakan:
    22:16 Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kubur di tempat tinggi, yang memahat kediaman bagi siapamu di bukit batu?
    22:17 Sesungguhnya, TUHAN melontarkan siapamu jauh-jauh, hai orang pengurus istana! TUHAN memegang siapamu dengan kuat-kuat
    22:18 dan menggulung siapamu keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan siapamu seperti bola ke tanah yang luas; di situlah siapamu akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta kemuliaanmu, hai siapamu yang memalukan keluarga bangsamu!
    22:19 Aku melemparkan siapamu dari jabatan, dan dari pangkatmu siapamu dijatuhkan.
    22:25 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat pada tempat yang kokoh itu tidak kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungan itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya.”
    22:20 Maka pada waktu itu Aku memanggil hamba-Ku, Satria Piningit
    22:21 Aku mengenakan jubah siapamu kepada Satria Piningit dan ikat pinggang siapamu Kuikatkan kepada Satria Piningit, dan kekuasaan siapamu Kuberikan ke tangan Satria Piningit; maka Satria Piningit menjadi bapa bagi penduduk Indonesia dan bagi kaum bangsanya
    22:22 Aku menaruh kunci rumah istana ke atas bahu Satria Piningit: apabila Satria Piningit membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Satria Piningit menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    22:23 Aku memberikan Satria Piningit kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat pada tembok yang kokoh; maka Satria Piningit menjadi kursi kemuliaan bagi kaum bangsanya.
    22:24 Dan pada Satria Piningit digantungkan segala tanggungan kaum bangsanya, tunas dan taruk, beserta segala perkakas yang kecil, dari piring pasu sampai periuk belanga.

  5. Firman Yang Telah Menjadi Satria Piningit
    1:1 Pada mula adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Satria Piningit pada mula bersama-sama dengan Allah .
    1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Allah dan tanpa Allah tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
    1:4 Dalam Allah ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia .
    1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasai.
    1:6 Datanglah Firman Allah bernama Alkitab;
    1:7 Alkitab datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh Alkitab semua orang menjadi percaya.
    1:8 Alkitab bukan terang itu, tetapi Alkitab harus memberi kesaksian tentang terang itu.
    1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
    1:10 Satria Piningit telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh Allah, tetapi dunia tidak mengenal Satria Piningit.
    1:11 Satria Piningit datang kepada milik kepunyaan sendiri, tetapi orang-orang kepunyaan itu tidak menerima Satria Piningit.
    1:12 Tetapi semua orang yang menerima Satria Piningit diberi kuasa supaya menjadi anak-anak terang, yaitu mereka yang percaya dalam nama Satria Piningit;
    1:13 orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan manusiawi, melainkan dari Allah.
    1:14 Firman itu telah menjadi Satria Piningit, dan diam di antara manusia, dan manusia telah melihat kemuliaan Allah, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada Satria Piningit sebagai Anak Tunggal Allah, penuh kasih karunia dan kebenaran.
    1:15 Alkitab memberi kesaksian tentang Satria Piningit dan berseru,bunyi Alkitab: “Inilah Satria Piningit, yang dimaksudkan ketika Alkitab berbunyi: Kemudian dari pada Alkitab akan datang Satria Piningit yang telah mendahului Alkitab, sebab Satria Piningit telah ada sebelum Alkitab.”
    1:16 Karena dari kepenuhan Satria Piningit, manusia semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
    1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Allah, Satria Piningitlah yang dinyatakan Alkitab.
    1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
    26:13 Yesus berkata kepada mu:” Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukan Satria Piningit ini akan disebut juga untuk mengingat Satria Piningit.”
    (Matius)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: