Oleh: Gusti Sudiartama | Mei 26, 2014

Memahami pilpres 2014

Politik itu adalah kepentingan atau politik itu adalah cara untuk mendapatkan sesuatu, sesuatu itu bisa kekuasaan, materi, bahkan fasilitas. Dua kubu yang bertarung dalam pilpress 2014 pun dapat dimaknai seperti itu, walaupun salah satu kubu menyatakan tidak ada deal deal kursi atau deal deal kekuasaan saat koalisi di sepakati. Namun tidak akan jauh dari fenomena itu pada saat menang pilpress, tidak akan ada yang murni “ngayah” karena memang demikianlah politik itu.

Setidaknya diantara kedua calon perlu dicermati latar belakang kehidupannya, keluarganya, karena belajar dari sejarah pemimpin di Indonesia, kejatuhan mereka dapat “diraba” dari situ. BungKarno adalah pemimpin yang dipuja oleh rakyat Indonesia ketika itu, dikagumi dan disegani oleh bangsa lain, karena memiliki karakter yang kuat, mampu menggerakkan massa, melalui orasinya yang menggebu, setidaknya jaman itu pemimpin seperti itulah yang dibutuhkan oleh NKRI saat itu. Namun Sukarno bukanlah nabi, dia juga punya kekurangan, yaitu suka tampil wah… mempunyai banyak istri… dst..nya, singkat kata tidak sempurna. Suharto-pun demikian, tegas dan keras menghabisi lawan politiknya walaupun dengan alasan stabilitas, kuat dalam program pembangunan, namun lemah terhadap penegakan hukum, terutama bagi kroni dan keluarganya. Megawati dan Habibi tidak perlu di ulas karena hanya sebentar. SBY, tampil sangat santun, baik dalam tutur kata, kelihatan intelek, dari segi penampilan hampir sempurna, tapi banyak yang menilai lambat dan gagap dalam mengambil keputusan disaat saat genting, penegakan hukum terbilang cukup baik walupun baru kelihatan di akhir masa jabatannya. Dari ketiga presiden kita itu, kelihatan sekali tipikal mereka masing-masing, kelebihan dan kekurangannya, setidaknya jamanlah yang memilih sesuai dengan kebutuhannya.

Di tahun 2014 ada dua kandidat yang akan bertarung, Prabowo tercermin dalam setiap penampilannya meniru-niru Sukarno.., suka tampil dalam bingkai kesempurnaan, mengebu-gebu, bahkan cenderung penuh retorika. Namun masih kurang merakyat, pemimpin model ini cenderung kelihatan eksklusif, sehingga selalu terasa ada jarak antara yang dipimpin dan rakyatnya, penilaian ini boleh jadi subyektif, karena saya analogikan dari kegemarannya naik kuda, helikopter mobil mewah dst.nya. Sedangkan Jokowi tercermin dari kesukaannya blusukan, penampilannya yang apa adanya kelihatan lugu, tidak beda dengan rakyat biasa, membuatnya hampir tidak jauh dari rakyat, kemanapun jokowi hadir selalu dikerubuti oleh masyarakat, karena dia itu unik. Namun penampilannya ini juga mengurangi respek orang akan kepemimpinannya, karena hampir tidak ada bedanya dengan rakyat biasa, membuat orang yang mempunyai mitos Priyayi tentang sosok  pemimpin akan menjadi ragu akan kapasitasnya.

Kembali lagi kepada pilpres 2014, sosok pemimpin yang seperti apakah yang diperlukan oleg NKRI kedepan? bagi saya disitulah pemilih sebaiknya, memulai. Apakah kedepannya NKRI memerlukan sosok yang seperti Prabowo yang selalu tampil berapi api ketika berorasi, berkomentar sangat keras terhadap orang orang yang berseberangan dengannya, ataukah kita perlu pemimpin yang setiap hari blusukan bercengkrama dengan rakyat, sehingga kita dengan mudah mengekspresikan keluhan dan kekecewaan kita tanpa merasa takut akan “dikerasi”?.

Tugas kita semua adalah mencari tahu tentang latar belakang dua sosok ini setidaknya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang lalu, karena saat itu mereka belum nyapres, berusaha obyektif terhadap setiap opini, bahkan opini yang saya kemukakan diatas, karena masing masing dari kita berhak untuk menilai sesuai kadar intelektual kita masing masing, kemudian menilai kehidupan mereka , kehidupan dikeluarga mereka sekarang, dari situ mungkin kita akan mendapatkan kemantapan hati untuk menentukan pilihan. Mudah mudahan bangsa ini akan mendapatkan pemimpin yang terbaik setidaknya untuk masa kini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: