Oleh: Gusti Sudiartama | September 20, 2015

Sebuah Catatan Kecil

Menekuni spiritual benar benar sebuah  proses panjang dan penuh tantangan, Ada masa ketika pencapaian membimbing jiwa mampu hadir dalam kedamaian sehingga kehidupan terasa sangat damai, hiruk pikuk kehidupan dan gejolak duniawi seakan tak berpengaruh. Ada pula saat ketika arah yang semula begitu jelas tergambar, menjadi suram bahkan gelap yang hadir seakan sirna semua pencapaian, apa artinya ?

Pertanyaan ini sejujurnya sekian lama muncul namun belum pula mampu kujawab dengan tuntas, bagi seorang penekun spiritual jatuh bangun dalam perjalanan menapak jalan rohani ternyata bukanlah hal yang aneh, terdapat sekian banyak godaan bahkan ujian demi sebuah pencapaian, mendapatkan secercah sinar saja luar biasa sulitnya.

Ada banyak teori, ada demikian banyak orang suci yang mengajarkan berbagai macam cara menuju spiritual. Namun akankan cara  atau jalan itu membawa seorang murid menuju sebuah pencapaian? tak seorangpun yang akan mampu menjamin. Spiritual bukanlah sebuah teori , spiritual adalah sebuah perjalanan yang harus dijalani dengan penuh keyakinan dan juga keteguhan, terutama kecerdasan. Sangat sulit bagi  orang yang tanpa kecerdasan akan memperoleh seberkas cahaya rohani. Kecerdasan bukanlah pencapaian angka-angka atau nilai di sekolah, kecerdasan yang dimaksud adalah kemampuan mengolah budi dan pikiran, kemampuan memadukan kehebatan energi pikiran dengan keluhuran budi.

Tidak ada garansi bagi seorang penekun spiritual yang telah berhasil dalam satu pencapaian untuk tidak mengalami kegagalan, karena semasih Sang Maha Pencipta memberikan waktu untuk hadir didunia selama itu pula perjalanan masih berlangsung, itu artinya kegagalanpun masih berpeluang terjadi. Kehidupan seorang penekun adalah perjalanan panjang yang senantiasa harus diperjuangkan dengan penuh keyakinan dan keteguhan untuk selalu ada di jalan dharma. Pencapaian bukanlah sebuah hadiah, pencapaian merupakan sebuah konsekwensi dari suatu “yasa kerti”, karena sesungguhnya kehidupan seorang penekun spiritual adalah yasa kerti.

Memahami hakekat hidup dan jati diri seorang manusia adalah mutlak bagi seseorang yang hendak menapak jalan spiritual. Tanpa keduanya perjalanan hanyalah sebuah kesia-siaan. Penting bagi seorang penekun untuk selalu “sadar”  agar tidak mudah tergelincir dan terlena dengan “mukjizat” yang sering hadir disetiap perjalanan. Ibarat melakukan perjalanan menuju suatu tempat, jangan terlalu lama terlena akan keindahan di tengah tengah perjalanan, karena bukan mustahil “ke-terlena-an” tadi akan menarikmu jatuh bahkan ketitik terendah dalam hidupmu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: