Oleh: Gusti Sudiartama | November 17, 2015

Catatan Kecil 2

Memahami fenomena relegius memang sebuah keasikan dan pengalaman yang sangat personal, sehingga sangat sulit untuk berbagi kepada orang lain, bahkan dua orang  yang sama-sama menekuni spiritual pun kadang satu fenomena spiritual bukanlah pengalaman yang mutlak sama, karena sangat dimungkinkan fenomena itu menjadi berbeda bagi keduanya.

Saya menghormati sebuah pemikiran, bahwa spiritualitas bukanlah sebuah hal yang bisa dibagi-bagi  kepada orang lain, spiritual adalah  pengalaman personal, sehingga sangat dipahami satu fenomena yang sama menjadi pengalaman yang berbeda bagi orang lain. Sehingga sangat tidak dianjurkan untuk “memaksakan” sebuah pengalaman batin kepada orang lain, seberapa-pun yakinnya kita akan suatu pengalaman batin sebagai sebuah kebenaran.

Didalam ritual Agama Hindu di Bali sangat jamak ditemukan nuansa relegius bahkan suasana sakral yang dipenuhi suasana mistis. Sesungguhnya  mudah sekali merasakan fenomena spiritual dan mendapatkan pengalaman batin yang “menggetarkan” jika saja kita mau lebih “menundukkan kepala” untuk mencoba membuka cakrawala batin bahwa manusia sesungguhnya ciptaan kesayangan Ida Sang Hyang Widhi  yang diberikan kemampuan untuk mendekati Beliau, dengan cara yang sederhana yaitu, terimalah kelahiranmu sebagai satu anugrah, manfaatkan kelahiranmu sekarang ini untuk berbuat kebaikan bagi alam, atau setidaknya bagi orang terdekatmu… lakukan kebaikan dan kebaikan, jangan menyakiti orang lain, lakukan sesuatu yang berguna bagi kehidupanmu .

Namun keegoisan manusialah yang justru membuat kita menjauh dari Beliau, kita merasa pintar untuk memahami spiritual sebagai sebuah hal yang rumit dan istimewa, padahal spiritual hanyalah satu langkah kecil ketika kita mau membuka hati dan pikiran kita tentang kebaikan dan kebenaran yang sesungguhnya, bukan kebaikan dan kebenaran dogmatis yang dimuat di kitab kitab suci. Tapi Kebenaran dan kebaikan muncul dari sebuah kontemplasi kesederhanaan prilaku dan pemikiran. Kenapa saya sebut sebuah langkah kecil ? karena pintunya ada didalam diri kita sendiri, hanya dibutuhkan kesungguhan dan niat yang juga sungguh-sungguh.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: