Oleh: Gusti Sudiartama | Maret 1, 2016

RoollBack

Setiap yang dilahirkan pasti akan mati kemudian terlahir kembali demikian seterusnya, Inilah keyakinan dalam Hindu, yang disebut dengan punarbhawa/samsara. Dilahirkan ataukah terlahir dua kata yang berbeda yang memiliki makna berbeda dari sudut subyeknya. Dilahirkan berarti ada yang melahirkan, terlahir berarti tak dijelaskan/tidak penting yang melahirkan siapa atau  ada atau tidak yang melahirkan bukan soal.

Ok, hadirnya seseorang didunia ini bagi saya lebih pas menggunakan istilah dilahirkan kembali, karena dalam kata dilahirkan ada makna tentang “adanya” subyek yang melahirkan. Namun pertanyaan saya apakah seseorang/sesuatu dilahirkan kedunia ini hanyalah sebagai “buah” dari kesenangan atau keinginan untuk melahirkan ?  pertanyaan ini sering kali menghampiri, apakah saya dilahirkan memang untuk satu maksud ataukah saya dilahirkan hanyalah sebagai “akibat dari” bukan sebagai “lahir untuk”?

Pertanyaan ini mungkin semata-mata kekonyolan pikiran, bukan sesuatu yang serius sebagaimana coding dalam delphi saya rasa, he..he..he..  Namun semakin lama semakin menambah penasaran, karena setiap pertanyaan itu muncul, selalu pula tidak terjawab oleh saya. Rasa penasaranlah yang membuat saya mencoba mencari dan mencari, setidaknya untuk mengisi dahaga hausnya batin.

Sampai akhirnya saya memiliki sebuah jawaban yang bisa diterima oleh pikiran saya, bahwa setiap manusia dilahirkan untuk suatu maksud, atau setiap kelahiran pasti mempunyai makna, jadi tidak ada kelahiran yang sia-sia. Tidak ada satu orangpun didunia ini terlahir tanpa adanya tujuan, setidaknya bagi “atma” yang bersangkutan, bahkan bagi keberlangsungan kehidupan didunia ini, setiap kelahiran memiliki konektivitas.

Kenapa ?  ya kenapa saya meyakini itu? sederhananya roh/atma dilahirkan setidaknya untuk melakukan evolusi atas kualitas ke-atma-an nya. Dalam Hindu yang saya anut, paling simpel satu kelahiran telah menjadikan atma yang bersangkutan memenuhi re-inkarnasi-nya, atau telah menjalani karmanya, yang oleh karenanya terbayarlah karmanya, walaupun kelahirannya itu hanya sedetik.

Namun jauh lebih penting, keyakinan saya menebal, bahwa setiap kelahiran harusnya dimaknai sebagai sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas, yang oleh karena itu seharusnya dimaknai pula kelahiran itu sebagai sebuah kesempatan yang sangat mahal untuk melakukan sebanyak-banyaknya karma baik sehingga kualitas atma menjadi meningkat ke-atma-an nya.

Sesimpel itu ? ya setidaknya pikiran saya menerima jawaban saya yang simpel itu…

…..selamat tidur…..

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: